Ribuan Guru Belum Dapat Tunjangan Sertifikasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBekasi - Sebanyak 4.546 guru di Kota Bekasi, Jawa Barat, belum menerima dana tunjangan sertifikasi mengajar 2015. Padahal dana itu seharusnya sudah cair sejak April lalu melalui pemerintah setempat. "Informasinya, Mei ini cair," kata seorang guru di Sekolah Dasar Negeri Duren Jaya 3, Bekasi Timur, Masnita, Rabu, 6 Mei 2015.

    Menurut Masnita, dana sertifikasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dicairkan per tiga bulan sekali melalui Pemerintah Kota Bekasi. "Seharusnya awal April saya sudah menerima," ujar guru yang juga kepala sekolah ini. "Tapi hingga masuk Mei belum juga turun."

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Rudi Sabarudin membantah apabila dinasnya disebut memperlambat pencairan. "Kami baru terima SK (surat keputusan) dari Kementerian minggu lalu," tutur Rudi saat dikonfirmasi Tempo. "Kalau uangnya, sudah ada sejak dua pekan lalu." 

    Rudi mengatakan butuh waktu mencairkan dana tersebut karena pihaknya harus melakukan verifikasi terhadap guru penerima tunjangan sertifikasi itu. Sebab, dikhawatirkan ada guru yang seharusnya tidak menerima penuh tapi mendapatkan dana tunjangan penuh.

    Ia mencontohkan, ada guru bersertifikasi tidak masuk selama tiga hari berturut-turut tanpa keterangan pada bulan pertama, kemudian pada bulan berikutnya guru tersebut masuk terus. "Guru itu hanya berhak menerima dua bulan tunjangan sertifikasi," dia menjelaskan. "Kami sampai lembur melakukan verifikasi."

    Menurut dia, verifikasi dilakukan dengan cara mengecek absensi semua guru bersertifikasi ke semua sekolah negeri. Ia mencatat jumlah guru bersertifikasi yang dana pencairannya melalui pemerintah setempat mencapai 4.546. Guru-guru itu berasal dari 439 sekolah dasar negeri, 41 sekolah menengah pertama negeri, 18 sekolah menengah atas negeri, dan 11 sekolah menengah kejuruan negeri.

    Hasil dari verifikasi itu, pihaknya merekomendasikan dana yang dicairkan sebesar Rp 47,4 miliar lebih. "Sudah kami serahkan ke Badan Pengelolaan, Keuangan, dan Aset Daerah," ucapnya. Menurut Rudi, kalau prosesnya beres, dana tunjangan sertifikasi langsung masuk ke rekening guru penerima.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.