Kasus Akseyna dan Misteri Kejanggalan Tulisan dalam Surat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akseyna Ahad Dori. Facebook.com

    Akseyna Ahad Dori. Facebook.com

    TEMPO.CO, Depok -- Kepolisian Resor Kota Depok hingga kini belum bisa menyimpulkan keotentikan tulisan tangan, Akseyna Ahad Dori, yang ditemukan tewas di Danau Kenanga UI, 26 Maret 2015.

    Padahal, sejak Selasa, 5 Mei 2015, penyidik Polres Depok telah menggandeng grafolog dari American Handwriting Analysis Foundation, Deborah Dewi, untuk menganalisis keotentikan tulisan Ace yang berbunyi "Will not return for eternity please don't search for existence my apologies for everything" dengan tulisan lain dari anak dari Kolonel Sus Mardoto itu.

    "Kami belum bisa menyimpulkan kasus ini dari tulisannya," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Depok Komisaris Teguh Nugroho, Rabu, 6 Mei 2015 malam.

    Deborah dipanggil penyidik Polres Depok dalam kasus ini lantaran pernah mencurigai bahwa Ace tewas dibunuh ketika melihat kejanggalan tulisan tangan terakhir Ace yang ditemukan dalam kosannya di Wisma Widya, Kukusan Beji, Depok.

    Bahkan, Deborah juga pernah mencuit di akun Twitter atas kejanggalan kematian Ace. Pada 19 April 2015, Deborah menulis, "Dari hasil analisis tulisan tangannya, saya semakin ragu Akseyna bunuh diri," melalui akun Twitter @deborahdewi. Ia meragukan keotentikan tulisan tangan itu ditulis dengan tangan Ace sendiri.

    Hal pertama yang menjadi sorotan Deborah adalah arah kemiringan tulisan dalam surat wasiat vertikal, sedangkan kemiringan tulisan asli Akseyna diagonal ke arah kanan. Kemiringan juga ditemukan pada tanda tangan Ace.

    Selain itu, Deborah juga menyoroti gaya penulisan huruf "g" pada kedua tulisan. Ia melingkari setiap huruf "g" yang ada pada surat wasiat itu. Huruf tersebut berbeda dengan yang ditulis dalam biodata. Sebab, Ace memiliki gaya tulisan khas dalam menuliskan huruf "g". Huruf tersebut memiliki dua garis mengulang di dekat kepala huruf.

    Teguh meminta semua pihak menunggu hasil penyidikan kepolisian atas kematian Ace. "Kami sudah prioritaskan kasus ini. Setiap hari kami bekerja," ia menjelaskan

    Penyidik, kata dia, telah memberikan tulisan Ace sepuluh bulan terakhir untuk diteliti kepada Deborah. Namun kasus ini memang masih sulit untuk disimpulkan.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.