Pilkada DKI 2017: Ahok, Risma, Ridwan Kamil, Siapa Menang?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti Cyrus Network Eko Dafid Afianto memaparkan hasil rilis elektabilitas bakal calon Gubernur DKI Jakarta 2017, di Jakarta, 7 Mei 2015. Hasil rilis menyatakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mendapat pemilih sebesar 42,5 persen. TEMPO/Imam Sukamto

    Peneliti Cyrus Network Eko Dafid Afianto memaparkan hasil rilis elektabilitas bakal calon Gubernur DKI Jakarta 2017, di Jakarta, 7 Mei 2015. Hasil rilis menyatakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mendapat pemilih sebesar 42,5 persen. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Siapa tak kenal dengan tiga nama ini: Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil alias Emil. Nama tiga tokoh publik ini berkibar lantaran gebrakan-gebrakannya, yang kadang menimbulkan kontroversi di masyarakat. 

    Cyrus Network, lembaga survei, membuat sebuah penelitian apabila Ahok, Risma, dan Ridwan bertarung dalam ajang pemilihan kepala daerah Jakarta 2017. Siapa yang dipilih publik?

    Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Afianto mengungkapkan hasil survei lembaganya. Ketika Ahok dihadapkan dengan Emil, 42 persen responden memilih mendukung Ahok, sementara Emil yang mendapat dukungan 38 persen. 

    Hasilnya tak jauh beda bila Ahok dibandingkan dengan Risma. Mantan Bupati Belitung Timur itu menmperoleh dukungan 42 persen, sedangkan Risma didukung 37 persen responden.

    "Jika Ahok ingin melanjutkan kepemimpinannya untuk periode berikutnya, dia harus bisa segera memperbaiki kinerjanya," ujar Afid--sapaan Dafid Afianto--di D’Consulate, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Mei 2015.

    Afid menjelaskan, berdasarkan hasil survei opini lembaganya, 20,7 persen responden menyatakan tidak puas dengan pembangunan jalan di Ibu Kota. Sedangkan 23,1 persen responden menyatakan tak puas dengan cara Ahok mengelola fasilitas Transjakarta. Afid menambahkan, kinerja Ahok dalam hal pembangunan jalan dan pelayanan fasilitas bus Transjakarta menjadi sorotan masyarakat. 

    Namun Ahok dianggap unggul dalam program pengerukan dan normalisasi saluran air. Berdasarkan data lembaganya, ucap Afid, 48,9 persen responden merasa puas dengan kinerja Ahok di sektor itu. Selain itu, Ahok mendapat apresiasi dari responden karena melakukan perubahan dalam hal pengurusan dokumen kependudukan dan perizinan di kelurahan dan kecamatan. "Hampir 52,3 persen responden menyatakan puas dengan kinerja Ahok dalam merombak masalah kependudukan dan perizinan," tuturnya.

    Peneliti dari Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Philips J. Vermonte, mengatakan kepuasan atas perbaikan masalah perizinan karena Ahok dinilai fokus memperbaiki kinerja bawahannya. "Ahok lebih fokus pada kinerja birokrat, dan dia hantam birokrat yang tak beres," ucapnya.

    Namun, dalam program tata kota, nilai Ahok kurang. Philips berujar, jika mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur DKI 2017, Risma bakal menjadi pesaing utama Ahok. "Risma memiliki keunggulan dalam tata kelola kota," katanya.

    Adapun Cyrus Network menyelenggarakan survei opini publik ini pada 23-27 April 2015. Jumlah responden dalam survei tersebut sebanyak seribu dengan proporsi responden laki-laki dan perempuan sebesar 50 : 50 persen. Metode survei yang dipakai ialah wawancara atau tatap muka, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dan tingkat kesalahan sekitar 3,1 persen.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.