Ini Kata Ahok Soal Kecelakaan Truk Tangki Asam Sulfat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat rapat mediasi di Kementerian Dalam Negeri, 5 Maret 2015. Dok Pemprov DKI Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat rapat mediasi di Kementerian Dalam Negeri, 5 Maret 2015. Dok Pemprov DKI Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kecelakaan di Jalan Tol Grogol pada Selasa lalu yang mengakibatkan truk tangki asam sulfat menumpahkan isinya ke jalan raya sempat membuat geger warga DKI. Seorang korban dinyatakan tewas karena terpapar uap dari larutan. Sementara itu, pengguna jalan tol sempat khawatir apabila sisa asam sufat merusak ban mobil mereka.

    Namun Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak risau akan hal ini. Dia menyatakan tak akan membuat peraturan daerah khusus truk angkutan barang. Menurut dia, hal ini ada dalam wewenang Kakorlantas Polda Metro Jaya.

    “Saya tak bisa langsung buat perda karena ada wewenang korlantas di sana,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis, 7 Mei 2015.

    Ahok justru berfokus pada PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang masih ada di kolong jalan tol grogol itu. Dia mengatakan akan mengerahkan anak buahnya untuk menggusur penduduk liar yang masih bandel tinggal di sana.

    Sebelumnya, Kepala Laboratorium Kimia Universitas Indonesia Sunardi mengatakan larutan asam sulfat memang sangat berbahaya jika bersinggungan dengan manusia. "Kalau kena kulit, bisa membuat luka yang lebih dari luka terbakar," ujarnya, Rabu, 6 Mei 2015. Larutan itu bisa menembus lapisan kulit dan daging. "Jadi bukan cuma melepuh atau terbakar, tapi bisa melarutkan daging."

    Uap dari larutan itu pun, tutur Sunardi, sangat berbahaya. "Jika terhirup, bisa merusak saluran pernapasan," ujarnya. Karena itu, orang yang menghirup uap asam sulfat bisa meninggal jika tak segera mendapat pertolongan.

    Jika tak sengaja terkena larutan ini, kata Sunardi, harus segera diatasi. Caranya, menyiram bagian yang terkena cairan dengan air. Tujuannya, agar sifat asam dalam larutan dapat lebih netral. "Kalau bisa, dicampur bahan basa seperti soda kue."

    YOLANDA RYAN ARMINDYA| NINIS CHAIRUNNISA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.