Pengakuan Korban Tumpahan Asam Sulfat di Jalan Tol Grogol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.untrr.ro

    Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.untrr.ro

    TEMPO.COJakarta - Puluhan warga yang menghuni kolong jembatan tol menjadi korban kecelakaan trailer bernomor polisi B-9107-BEH dengan truk tangki pembawa asam sulfat dengan nopol L-8700-UN di Jalan Tol Grogol Km 17,800 arah Pluit. Sekitar 20 warga mengalami luka bakar ringan akibat terkena tetesan cairan dari jalan tol.

    Sukardi, 27 tahun, menceritakan peristiwa yang membuat dua tangan dan matanya menderita luka bakar. Selasa dinihari, sekitar 03.00 WIB, dia mendengar suara tabrakan yang keras datang dari atas. Setelah itu, sekitar 30 menit kemudian, muncul kegaduhan karena atap-atap yang terbuat dari seng mengeluarkan asap dan gas yang berbau busuk menyengat.

    Pria yang akrab dipanggil Doni ini ke luar rumah hendak membangunkan warga yang lain supaya ke luar dari rumah. "Karena berasap, saya pikir enggak aman di dalam rumah," katanya. Dugaannya salah. Sebab, dia justru terciprat cairan yang menetes dari atas. "Rasanya panas enggak karuan. Sampai sekarang mata kanan saya buram."

    Doni mengajak Tempo menelusuri tempat dia terkena tetesan yang berjarak 50 meter dari rumahnya. Dia menunjuk ke atas, beton jalan tol yang seharusnya berwarna hitam pekat berubah menjadi putih. Sama putihnya dengan jalanan yang berubah warna menjadi putih dan gatal jika terkena kulit meskipun sudah diguyur air berulang kali.

    Ke arah utara 20 meter, ada rumah yang atapnya berwarna putih pekat. Lima meter mendekati rumah itu, mata akan terasa perih sampai mengeluarkan air. Bau busuk seperti belerang menyengat dan membuat sesak napas. "Enggak ada yang berani tinggal di dalam rumah. Airnya juga tercemar," ucapnya.

    Sopir trailer bernama Sutedi ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 04.30, Selasa, 5 Mei 2015. Korban jiwa bernama Kusmiyati, 28 tahun, meninggal karena menghirup asap yang ditimbulkan asam sulfat. "Truk kontainer menabrak truk tangki dari belakang di pas selang, sehingga cairan keluar," tutur Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat AKBP Ipung Purnomo.

    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.