Pria yang Tertabrak Kereta Batu Bara Berprofesi Fotografer  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga dan petugas menutup korban tewas tertabrak kereta diperlintasan Kereta Api Pal Merah, Jakarta, 8 Mei 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    Warga dan petugas menutup korban tewas tertabrak kereta diperlintasan Kereta Api Pal Merah, Jakarta, 8 Mei 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Awigeno Soesanto tewas tertabrak kereta api batu bara di dekat Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat siang, 8 Mei 2015. "Berdasarkan kartu identitas, dia berprofesi sebagai fotografer," kata Kepala SPK Polsek Tanah Abang Iptu Ngatiyono di lokasi kejadian.

    Menurut kesaksian beberapa orang, Awigeno yang tinggal di Grogol Petamburan sempat berdiri di dekat palang kereta di seberang Polsubsektor Palmerah.

    Suparman, petugas perlintasan kereta Stasiun Palmerah, menjelaskan Awigeno tak mendengar peringatan dari dirinya yang sudah memberi tanda ada dua kereta yang akan melintas.

    "Tadi ada dua kereta berpapasan. Kereta komuter dari arah Tanah Abang ke Parung Panjang dan kereta barang dari arah Kebayoran ke Tanah Abang," kata Suparman.

    Dia dan beberapa pengemudi kendaraan sudah memberi tanda pada pria itu. "Saya berteriak, memakai pluit dan lambaian tangan, tapi dia jalan terus," ujarnya.

    Menurut Suparman, Awigeno berjalan memasuki perlintasan kereta dan langsung terlindas kereta barang yang melintas. Jenazah langsung dibawa ke RSCM.

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.