Kecelakaan di Perlintasan Rel, KAI Angkat Tangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah seorang pria yang tewas tertabrak kereta diperlintasan Kereta Api Palmerah, Jakarta, 8 Mei 2015. Hal ini membuat jalanan menjadi semakin sempit untuk dilalui kendaraan. Tempo/Aditia Noviansyah

    Jenazah seorang pria yang tewas tertabrak kereta diperlintasan Kereta Api Palmerah, Jakarta, 8 Mei 2015. Hal ini membuat jalanan menjadi semakin sempit untuk dilalui kendaraan. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) tak bisa berbuat banyak dengan kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang kereta api. KAI mengklaim tak bisa membangun sendiri perlintasan tak sebidang atau menutup perlintasan sebidang yang bersifat ilegal.

    "Kami tidak bisa apa-apa. Kami itu tugasnya menyelamatkan perjalanan kereta api," kata juru bicara KAI Daerah Operasi I Jakarta Bambang S. Prayitno saat dihubungi, Jumat, 8 Mei 2015.

    Menurut Bambang, yang bertugas membangun perlintasan tak sebidang atau menutup perlintasan sebidang ilegal adalah pemerintah pusat dan daerah. Kewajiban itu sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
    "Di aturannya sudah lengkap tertulis," kata Bambang.

    Dalam undang-undang dan aturan turunan seperti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 36 Tahun 2011 tentang Perpotongan dan/atau Persinggungan Antara Jalur Kereta dengan Bangunan Lain disebutkan perpotongan antara rel dengan jalan raya seharusnya dibuat tak sebidang. Perlintasan bisa dibuat sebidang asal letak geografis tak memungkinkan, tak membahayakan kereta dan pengguna jalan, serta relnya tunggal dengan frekuensi dan kecepatan kereta api rendah. Adapun bagi perlintasan sebidang yang tak berizin harus ditutup oleh pemerintah pusat atau daerah.

    Siang tadi, seorang pejalan kaki tewas tertabrak kereta barang tujuan Tanah Abang-Rangkas sekitar pukul 13.45 WIB di perlintasan sebidang Stasiun Palmerah, Jakarta Selatan. Saksi mata, Randi Indra, mengatakan korban baru saja turun dari Kopaja 86 jurusan Lebak Bulus-Kota dan hendak menyeberang ke arah Pasar Palmerah. Perlintasan itu sebenarnya memakai palang pintu resmi dan dijaga oleh petugas.

    Sepanjang 2015-2016, Kementerian Perhubungan akan membangun underpass, flyover, dan jembatan penyeberangan orang di perlintasan sebidang untuk mengerem angka kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api. Total ada tujuh perlintasan tak sebidang yang akan dibangun di Bogor, Depok, Tanjung Barat (Jakarta Selatan), Sumatera Utara, Lampung, dan Aceh.

    KHAIRUL ANAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.