Hakim Sakit, Sidang Trio Macan Ditunda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Terdakwa Raden Nuh, Edy Syahputra dan Hari Koes Hardjono, mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 23 Maret 2015. Para administrator akun @TrioMacan2000 tersebut jalani sidang pembacaan dakwaan dalam kasus pemerasan terhadap Abdul Satar, sebesar Rp 358 juta. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    (dari kiri) Terdakwa Raden Nuh, Edy Syahputra dan Hari Koes Hardjono, mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 23 Maret 2015. Para administrator akun @TrioMacan2000 tersebut jalani sidang pembacaan dakwaan dalam kasus pemerasan terhadap Abdul Satar, sebesar Rp 358 juta. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang kasus pemerasan terhadap Abdul Satar, bos PT Tower Bersama Group, dengan terdakwa administrator akun Twitter @TrioMacan2000, Senin, 18 Mei 2015.

    Administrator akun @TrioMacan2000 yang ditetapkan sebagai terdakwa kasus ini yakni Raden Nuh, Edi Saputra, dan Harry Koeshardjono. Namun sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak jaksa penuntut umum pada hari ini ditunda hingga pekan depan.

    Hakim ketua pengganti, Iman Gultom, mengatakan sidang hari ini ditunda hingga Senin, 25 Mei 2015. "Anda bertiga sehat, kan? Sayangnya, ketua majelis hakim sedang sakit dan diopname, sehingga sidang tidak bisa dilanjutkan," kata Iman di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 18 Mei 2015.

    Ia mengatakan sidang akan kembali digelar setelah ketua majelis hakim, Suyadi, sudah kembali sehat.

    Pekan lalu, sidang kasus pemerasan oleh admin akun Twitter @TrioMacan2000 ini menghadirkan dua saksi ahli dari pihak jaksa penuntut umum. Yakni ahli forensik Polri, Saji Purwanto, serta dosen bahasa dan sastra Indonesia bidang linguistik dari Universitas Negeri Jakarta, Asisda.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?