Stasiun Palmerah, Contoh Stasiun Kereta Modern Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kebersihan mengepel lantai dua stasiun Palmerah, Jakarta, 11 Juni 2015. Setelah sekian lama ditutup karena renovasi kini stasiun Palmerah sudah dibuka dengan bangunan baru dan luas. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Petugas kebersihan mengepel lantai dua stasiun Palmerah, Jakarta, 11 Juni 2015. Setelah sekian lama ditutup karena renovasi kini stasiun Palmerah sudah dibuka dengan bangunan baru dan luas. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO , Jakarta: Stasiun Besar Kereta Api Palmerah di Jakarta Barat dijadikan percontohan stasiun modern di Ibu Kota. "Nanti semua stasiun akan seperti ini," kata Wakil Kepala Stasiun Palmerah, Mardirianto, Sabtu 13 Juni 2015.

    Stasiun ini baru selesai direnovasi. Dilengkapi dengan lift dan jembatan penyeberangan, Stasiun Palmerah naik status menjadi stasiun besar. Desainnya juga megah dengan kanopi setengah lingkaran yang merungkup stasiun.

    Saat ini penumpang yang keluar-masuk Stasiun Palmerah mencapai 14.000 orang per hari. Dengan naiknya status stasiun tersebut, penumpang ditargetkan naik 50.000 orang per hari. "Minimal seperti Stasiun Sudirman," kata Mardirianto.

    Supriatin, 55 tahun, salah seorang penumpang kereta, merasa terbantu dengan penambahan fasilitas lift dan eskalator tersebut. Pengajar sekolah negeri di Jakarta itu menyatakan, selama ini, para orang tua dan penumpang berkebutuhan khusus kerap kesulitan saat memasuki stasiun. "Tinggal pengaturan petugasnya saja bagaimana memprioritaskan mereka," ujarnya.

    Meski ada dua fasilitas baru bagi penumpang, menurut Koordinator KRL Mania, Nurcahyo, desain baru pintu masuk dan keluar Stasiun Palmerah masih menyulitkan penumpang. Menurut dia, PT Kereta Api Indonesia seharusnya membangun pintu khusus yang ditujukan bagi penumpang yang hamil dan lanjut usia.

    Pintu tersebut tidak tersambung dengan tangga jembatan penyeberangan, melainkan dengan eskalator atau elevator. "Itu cara paling aman bagi mereka," kata Nurcahyo. Dia mengatakan, eskalator khusus itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengalihkan sebanyak mungkin orang ke transportasi umum. "Semangat pemerintah harus total, tak bisa 'take it or leave it' seperti itu," ujar Cahyo.

    Selain di Palmerah, beberapa stasiun, seperti Sudirman, Cikini, Gondangdia, dan Juanda, sudah dilengkapi dengan tangga berjalan. Tangga tersebut sudah dipasang sejak dulu, hanya saja tak difungsikan. Karena itu, agak aneh bahwa Stasiun Besar Tanah Abang masih memakai tangga. Padahal, stasiun ini setiap hari menampung 100.000 penumpang.

    Kepala Stasiun Tanah Abang Jajat Sudrajat mengatakan baru mendengar PT Kereta akan membangun eskalator dan lift di stasiunnya. Jajat mengatakan persoalan perbaikan sepenuhnya kewenangan direksi PT Kereta Api Indonesia. "Saya dengar, akhir tahun akan dibangun," kata dia.

    JAYADI SUPRIADIN | LINDA HAIRANI

    Berita Menarik:
    EKSKLUSIF: Siapa Budi Dukun di Balik Temuan Jasad Angeline?
    Terbongkar: Prostitusi Anak ABG via BBM di Bogor
    TRAGEDI CILEDUG: Misteri Pria, Jejak Sperma, dan Pisau
    TERUNGKAP: Timnas U-23 SEA Games Terlibat Pengaturan Skor?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.