Minggu, 22 September 2019

Balita Disangka Terjangkit MERS Ternyata Terkena Campak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang menggunakan masker untuk pencegahan terjangkitnya virus MERS di bandara Internasional Gimpo, Seoul, Korea Selatan, 17 Juni 2015. REUTERS/Kim Hong-Ji

    Sejumlah penumpang menggunakan masker untuk pencegahan terjangkitnya virus MERS di bandara Internasional Gimpo, Seoul, Korea Selatan, 17 Juni 2015. REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.COJakarta - Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso, Fatmawati, mengatakan hasil uji laboratorium pasien yang diduga terjangkit Middle East respiratory syndrome corona virus telah keluar. Hasilnya, pasien M negatif terkena penyakit MERS CoV.

    Fatmawati menjelaskan, untuk memastikan M tidak terkena MERS, bocah laki-laki berusia 2 tahun itu diperiksa, mulai ingus pada hidung, tenggorokan, hingga darah. "Pasien terkena penyakit campak," ucapnya di kantornya, Kamis, 25 Juni 2015. "Pasien juga ada sesak napas."

    M dibawa ke ruang isolasi RSPI pada 22 Juni 2015. Ia diduga terjangkit virus MERS karena mengalami sesak napas, demam, serta sakit tenggorokan. M baru pulang dari negara yang terkena penyakit pernapasan itu, Korea Selatan, pada 6 Juni lalu.

    Ketua Tim Penanganan Emerging dan Re-emerging Disease RSPI Sulianti Saroso, Ida Bagus Sila Wiweka, berujar, saat pertama M dirawat, suhu tubuhnya mencapai 38,9 derajat Celcius. Dua hari dirawat, suhu tubuhnya turun jadi 36,7 derajat Celcius.

    Saat suhu tubuhnya turun, tutur Ida, ciri penyakit campak muncul. Bintik-bintik merah terlihat pada lengan M. "Karena negatif MERS, pasien sudah pulang pada pukul 00.00 WIB," katanya.

    Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Mohammad Subuh menyatakan hasil uji laboratorium pasien di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso yang diduga terjangkit MERS telah keluar. "Hasilnya negatif," ucap Subuh saat dihubungi Tempo, Rabu, 24 Juni 2015.

    Subuh berujar, kasus kali ini juga tidak termasuk kriteria suspect, karena gejala penyakit baru muncul pada hari ke-15 setelah pasien kembali dari Korea Selatan. "Seharusnya maksimal 14 hari," tuturnya. Walau begitu, pemeriksaan laboratorium tetap dilakukan untuk memastikan.

    Meski MERS banyak menyerang orang dewasa, Subuh mengingatkan bahwa anak-anak juga dapat tertular. Cara pencegahan penyakit ini adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

    MERS mulai merebak di jazirah Arab pada 2012. Sejak virus ini mewabah, lebih dari 1.200 orang dilaporkan terserang penyakit ini. Sebanyak 450 di antaranya meninggal dunia. Virus MERS kembali membuat dunia waspada setelah masuk ke Korea Selatan. Thailand juga telah melaporkan satu temuan kasus MERS pada akhir pekan lalu.

    HUSSEIN ABRI YUSUF | MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe