Makanan di Ramadhan Fair Jakarta Utara Mengandung Boraks

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menguji sampel makanan dan minuman. ANTARA/Andika Wahyu

    Petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menguji sampel makanan dan minuman. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta menemukan sejumlah bahan makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya saat melakukan inspeksi mendadak di acara Ramadhan Fair yang digelar di halaman kantor Wali Kota Jakarta Utara.

    Badan POM juga mendapatkan temuan serupa di acara Pasar Rakyat yang diadakan di halaman kantor Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

    Kepala BPOM DKI Jakarta Dewi Prawitasari mengatakan di dua tempat itu positif ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya. "Mengandung formalin, boraks, serta rodamin," kata dia, Selasa, 30 Juni 2015.

    Dewi menjelaskan, di lokasi Ramadhan Fair pihaknya melakukan uji coba terhadap 34 makanan. Seperti asinan, kerupuk, dan bakso. Dari hasil itu, asinan dan kerupuk positif mengandung formalin, boraks, dan rodamin.

    Asinan yang dijual Rp 20 ribu satu porsi itu, kata dia, paling banyak mengandung bahan berbahaya. Karena, macam-macam bahan makanan berada dalam satu porsi asinan. "Kerupuk, tahu, dan mi di asinan yang mengandung bahan berbahaya itu," katanya.

    Sementara, kata Dewi, di Pesta Rakyat pihaknya melakukan uji coba terhadap 18 makanan. Hasilnya, petugas menemukan kerupuk bangka berlabel Asli Cap Dua Kelinci yang positif mengandung boraks.

    Pedagang kerupuk bangka, Sumiyati, 52 tahun, mengatakan dia tidak mengetahui barang dagangannya mengandung boraks. Karena, kata dia, kerupuk itu dibeli di pasar yang berada di Jakarta Utara.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.