Delapan Sekolah Cabut Laporan Soal Pesta Bikini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster larangan memakai bikini diSpanyol. newsoxy

    Poster larangan memakai bikini diSpanyol. newsoxy

    TEMPO.CO, Jakarta - Delapan sekolah yang namanya dicantumkan dalam selembaran dan video tentang pesta bikini bertajuk "Splash After Class" yang beredar di media sosial mencabut laporannya di Kepolisian Daerah Metro Jaya. "Sebelum dicabut, kami dan pihak sekolah menandatangani perjanjian perdamaian," kata ketua penyelenggara pesta bikini, Divine Production, Immanuel Tulus Hasiholan, Rabu, 1 Juli 2015.

    Immanuel menjelaskan, delapan sekolah itu adalah SMA 29 Jakarta, SMA 12 Jakarta, SMA 31 Jakarta, SMA 109 Jakarta, SMA 53 Jakarta, SMA 24 Jakarta, SMA 44 Jakarta, dan SMA 38 Jakarta. Ke delapan sekolah itu, kata dia, melaporkan Divine dengan Pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pencemaran nama baik.

    Agar bisa berdamai, Immanuel mengatakan, Divine telah meminta maaf kepada pihak sekolah, Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Selain itu, kata dia, pihak sekolah meminta Divine agar meminta maaf secara terbuka. "Kami juga membuat video permintaan maaf melalui Youtube," katanya. "Dan sekarang, permintaan maaf melalui media."

    Sebelumnya, pesta bikini sebagai perayaan bagi murid sekolah menengah atas akan diselenggarakan di The Hotel Media and Towers di kawasan Jakarta Pusat pada Sabtu, 25 April 2015. Untuk memasarkan acara itu, Divine membuat selembaran dan video yang di dalamnya mencantum nama-nama sekolah.

    Selain delapan sekolah itu, Divine mencantumkan SMA 8 Bekasi, SMA 14 Jakarta, SMA 50 Jakarta, SMK Musik BSD, SMA Muhammadiyah Rawamangun, SMA Alkamal, SMA 29 Jakarta, dan SMA 26 Jakarta.

    Menurut kuasa hukum Divine, Aditya Sembadha, ada dua sekolah lagi yang belum damai, yakni SMA Muhammadiyah Rawamangun dan SMA Alkamal. Mereka, kata dia, melaporkan Divine ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dengan Pasal 310 dan 311 KUHP. "Akan ada pertemuan mengenai perdamaian."

    Salah satu perwakilah pihak sekolah, Kepala SMA 12 Jakarta, Gunarto mengatakan sekolah menerima permintaan maaf Divine karena ini permasalahan dunia pendidikan. Selain itu, kata dia, tidak ada siswa yang menjual tiket dan ikut dalam acara. "Ini pembelajaran bagi Divine agar tidak terulang kembali," katanya.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.