Gas Beracun di Sawangan Bisa Disuling Jadi LPG

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Garis polisi melintang di depan rumah warga yang tengah melakukan pengeboran sumur dan mengeluarkan gas metana di Sawangan, Depok, 23 Juli 2015. Tempo/Imam Hamdi

    Garis polisi melintang di depan rumah warga yang tengah melakukan pengeboran sumur dan mengeluarkan gas metana di Sawangan, Depok, 23 Juli 2015. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CODepok - Semburan lumpur disertai gas beracun masih terus keluar dari galian sumur jet pump di depan RM Padang AUE Serumpun di Jalan Raya Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kamis, 24 Juli 2015. Gas beracun berbau belerang tersebut sudah keluar sejak Rabu siang kemarin.

    Petugas dari Laboratorium Uji Mutu Agung, Diar Aditya, mengatakan telah mengambil contoh gas yang keluar dari sumur galian tersebut. Gas yang keluar merupakan gas metan dari perut bumi. "Sangat berbahaya, karena berada di lingkungan pemukiman warga," ucap Diar.

    Ia menjelaskan, gas ini bila disuling bisa menjadi elpiji, yang biasa digunakan untuk memasak di rumah. Saat ini Laboratorium Mutu Agung sedang mengambil contoh gas amoniak, hidrokarbon, nitrit, dan sulfat. "Hasil kadarnya baru diketahui satu minggu ke depan," ujarnya.

    Kejadian seperti ini, tutur dia, bisa terjadi di mana pun bila menggali sumur dengan kedalaman di atas puluhan meter. Menurut dia, banyak peristiwa orang yang menggali sumur keracunan. 

    Kejadian seperti di rumah makan di Sawangan ini, ucap dia, memang jarang terjadi. Soalnya, galiannya kecil tapi gasnya terus keluar. 

    Biasanya, manusia atau hewan yang mencium bau tersebut bisa langsung pingsan. Bahkan, bila tidak cepat ditangani, dapat menyebabkan kematian. "Dari infonya saja, empat orang langsung pingsan mencium gas ini," ujarnya.

    Lokasi semburan lumpur saat ini telah dipasangi garis polisi dan imbauan dari Badan Lingkungan Hidup Kota Depok. Warga diminta tidak mendekati lokasi, tidak merokok, dan mengambil foto dengan menggunakan blitz bercahaya tinggi karena rentan terbakar. Untuk menghentikan semburan lumpur, lubang galian ditutupi pipa.

    Sementara itu, saksi mata, Kosim Amsir, menuturkan semburan lumpur mencapai 4 meter. Semburan tersebut keluar pukul 11.30 WIB. Dari penglihatannya, lumpur itu berwarna hitam, berminyak, dan kehijau-hijauan. 

    Gas yang dikeluarkan berbau belerang dan solar sehingga sangat menyengat. "Ketika pertama keluar, empat karyawannya langsung pingsan," katanya.

    Kosim menjelaskan, kejadian ini merupakan kali pertama di Bedahan. Menurut dia, bila pipa dicabut, semburan lumpur akan keluar lagi. Saat ini air masih terus mengalir dari celah pipa, dan bau gas masih tercium. "Bau gasnya memang tidak terlalu menyengat lagi," ujarnya.

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.