Sabtu, 21 Juli 2018

Ahok Ingin Kasih Uang Saku untuk Personel TNI dan Polri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama mengikuti apel bersama di Lapangan Mako Marinir Cilandak, Jakarta, Senin 19 Januari 2015. Ahok terlihat didampingi petinggi TNI dan POLRI. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama mengikuti apel bersama di Lapangan Mako Marinir Cilandak, Jakarta, Senin 19 Januari 2015. Ahok terlihat didampingi petinggi TNI dan POLRI. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ingin berkontribusi meningkatkan kesejahteraan personel Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI. Hal itu, kata dia, merupakan perwujudan kerja sama Pemerintah Provinsi DKI dengan TNI dan Polri. 

    Caranya, menurut Ahok, memberi tambahan uang saku bagi anggota TNI dan Polri yang bertugas di Ibu Kota. “Rencananya, saya ingin ada Peraturan Gubernur yang memberi uang saku Rp 250 ribu per hari dan uang makan Rp 38 ribu per hari untuk tiap personel,” kata Ahok di Markas Kodam Jaya, Cawang, Senin, 27 Juli 2015.

    Ahok merasa penambahan uang saku itu layak untuk personel TNI dan Polri. Namun dia ingin mereka ikut membantu Pemprov DKI membereskan kesemrawutan Ibu kota, salah satunya parkir liar. 

    Ahok mencontohkan, penataan parkir di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan Jalan Sabang, Jakarta Pusat, terbukti menambah pemasukan daerah. “Nanti bisa diambil 2,5 persen dari pendapatan itu untuk personel TNI dan Polri,” ucapnya.

    Ahok percaya, bila semua potensi pendapatan daerah dimaksimalkan, pemerintah tak bakal kekurangan anggaran untuk membiayai pembangunan. “Saya juga tak bakal biarkan satu sen pun uang DKI dicuri,” ujar Ahok.

    Sebelumnya, Ahok memberikan hibah senilai Rp 30 miliar kepada satuan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Duit itu bakal dipakai membeli perlengkapan angkutan, seperti truk, bus, dan sepeda motor. 

    Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) juga pernah menerima hibah dari Pemprov DKI senilai Rp 750 juta. Rencananya, uang tersebut untuk membangun fasilitas lapangan tembak di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.