Hayriantira XL Datangi Sahabatnya di Mimpi: Tolong Saya...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hayriantira (37), seorang karyawati yang dilaporkan menghilang sejak November 2014. twitter.com

    Hayriantira (37), seorang karyawati yang dilaporkan menghilang sejak November 2014. twitter.com

    TEMPO.CO, Brebes - Dewi, sahabat Hayriantira mengaku lega jasad Rian, sapaan akrabnya, sudah ditemukan. Jenasah asisten pribadi bos PT XL Axiata itu  kini sudah dipindahkan dari sebuah makam tanpa nisan di Garut ke kampung keluarganya di Brebes, Jawa Tengah. Rian ternyata dibunuh oleh Andi Wahyudi, 38, seseorang yang dikenal baik oleh keluarga korban.

    "Saya sampai lima kali mimpi didatangi Rian," kata Dewi, Minggu 9 Agustus 2015.

    Baca juga: Pegang Bukti, Kenapa Polisi Tak Tangkap Pembunuh Akseyna?

    Dewi mengungkapkan isi mimpinya. Rian muncul dengan wajah pucat pasi dan berkata dirinya sedang sakit. Lalu Rian meminta tolong.  "Tolong saya mba," ucap Dewi menirukan kalimat Rian dalam mimpinya.

    Dewi mengaku dialah yang mendampingi Rian di saat-saat perceraiannya. "Saat menghilang itu, Rian sudah dalam kondisi happy," kata Dewi. Rian sudah bangkit dari kesedihan dan keterpurukannya setelah perceraian.

    Baca juga:
    Daging Sapi Mahal & Langka: Inikah Modus dan Ulah Importir? 
    Ini 3 Bukti Kuat Andi Rancang Skenario Habisi Hayriantira XL

    Adapun Andi sempat ditahan selama hampir 30 hari atas kasus pemalsuan dokumen mobil Mobilia milik Rian. Dia memalsukan tanda tangan Rian untuk melakukan balik nama atas mobil milik Rian. Belakangan setelah dibujuk oleh ibu korban, Andi akhirnya mengaku bahwa dia telah membunuh Rian.  Penyidik Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Polres Garut karena berdasarkan pengakuan, Andi membunuh Rian di sebuah hotel di Garut.

    Selanjutnya: Polisi menduga...


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.