Pengakuan Rukmilah, Ibu Hayriantira XL: Saya Trauma....  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rukmila, ibu dari Hayriantira, asisten bos XL yang dibunuh teman dekatnya. Ia merupakan orang pertama yang memburu keberadaan dan melaporkan tersangka kepada polisi, dengan tuduhan penggelapan mobil milik Rian.  TEMPO/Ivansyah

    Rukmila, ibu dari Hayriantira, asisten bos XL yang dibunuh teman dekatnya. Ia merupakan orang pertama yang memburu keberadaan dan melaporkan tersangka kepada polisi, dengan tuduhan penggelapan mobil milik Rian. TEMPO/Ivansyah

    TEMPO.CO, Brebes -- Ada kesedihan yang tertinggal dalam diri Rukmilah, 57, ibunda Hayriantira, 37, asisten pribadi bos PT XL Axiata yang dibunuh. Rukmilah mengaku kini  tidak sanggup lagi mengendarai mobil seorang diri sejak mencari Hayriantira anaknya yang hilang di rumah Andi Wahyudi, 38, tersangka pembunuh anak kandungnya itu.

    "Sejak saya menghalangi pintu agar rumah Andi, sampai sekarang saya tidak lagi sanggup menyetir sendiri," kata Rukmilah, Minggu 9 Agustus 2015.

    Alhasil, Rukmilah selalu meminta orang lain menyetir mobilnya. Rukmilah berujar, ia tidak mengerti darimana datangnya keberanian untuk menghadang pintu pagar rumah Andi dengan mobil Toyota Rush yang dikendarainya sendiri saat itu. Kala itu, ia melakukannya karena melihat mobil jenis Honda Mobilio milik Rian terparkir di halaman rumah Andi.

    Rukmilah menanyai keberadaan anaknya, namun Rian mengaku tidak tahu. "Yang pasti, saat melihat mobil anak saya di rumah Andi, rasanya tidak karuan," kata Rukmilah.

    Andi Wahyudi yang sudah dianggapnya sebagai bagian dari keluarganya sendiri kala itu bersikap mencurigakan. Andi menghalanginya memotret mobil Mobilia. "Saya berteriak dia pembunuh anak saya," kata Rukmilah.

    Baca juga: Drama Perjuangan Ibu Asisten Bos XL Ungkap Pembunuh Rian

    Setelah Andi ditangkap dan dijebloskan ke penjara, hingga kini Rukmilah pun mengaku tak pernah lagi mengendarai mobilnya seorang diri. "Masih gementar," ujarnya. Bahkan saat pembongkaran makam anaknya Rian di Garut, Jumat 7 Agustus 2015 lalu, ia pun tidak berani mengendarai mobil sendiri.

    Kini Rukmilah bersyukur, jasad anaknya sudah dipindahkan ke kampung halamannya di Brebes. "Saya tahu sekarang kondisi anak saya," kata Rukmilah yang sudah sejak awal November 2014 tidak lagi menerima kabar dari anak tersayangnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.