Gudang Beras Raskin di Cibinong Digrebek Tentara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantri jatah beras Raskin yang dibagikan gratis di kawasan Babakan Ciparay, Bandung, Jawa Barat (23/5). TEMPO/Prima Mulia

    Warga mengantri jatah beras Raskin yang dibagikan gratis di kawasan Babakan Ciparay, Bandung, Jawa Barat (23/5). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah rumah yang dijadikan sebagai gudang dan tempat pengoplosan beras untuk rumah tangga miskin (raskin) di Kampung Tapos, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, digerebek petugas gabungan TNI dari Yonif 315 Garuda dan Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Jumat, 14 Agustus 2015.

    Dalam penggerebekan petugas TNI mengamankan beras raskin sebanyak delapan ton raskin yang akan dijual ke pasaran. "Dalam DO yang mereka pegang, seharusnya raskin ini dikirim dan didistribusikan untuk masyarakat Kecamatan Sukamakmur, tapi malah diselundupkan," kata Komandan Yonif 315 Garuda Mayor Infanteri Irwan Budiana.

    Saat digerebek, tentara mengamankan barang bukti delapan ton beras raskin yang sudah dipindahkan dari karung 'Bulog' ke karung beras lain dengan berbagai merek. Irwan mengaku tentara berhasil menangkap pemilik gudang, satu orang sopir truk, dan dua pegawainya.

    "Pemilik gudang, yang juga pelaku, memerintahkan untuk mengganti karung beras 'Raskin Bulog' ke karung beras komersial, pelaku diketahui bernama Kim Yan, 42 tahun," kata dia.

    Menurut Irwan, penggerebekan ini dipicu oleh adanya keluhan dari masyarakat. Warga mengadu setelah menemukan truk berisi raskin yang seharusnya didistribusikan untuk sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor malah diturunkan di gudang tersebut. "Mendapat laporan tersebut kami langsung melakukan pengintaian," kata dia.

    Mayor Irawan mengatakan, saat digerebek, pemilik gudang sempat panik dan mencoba memberi uang suap pada petugas Yonif 315 Garuda. "Anggota kami sempat akan disuap oleh pelaku dan diberikan uang Rp 5 juta, akan tetapi ditolak mentah-mentah," katanya.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.