Resmikan Pasar Manggis, Ahok: Pasar Rakyat Harus Diperbanyak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbincang dengan pedagang pakaian saat meninjau salah satu kios di Blok G, Pasar Tanah Abang, Jakarta, 15 April 2015. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau realisasi rencana pembangunan jembatan penghubung menuju Blok G Pasar Tanah Abang agar ramai pengunjung. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbincang dengan pedagang pakaian saat meninjau salah satu kios di Blok G, Pasar Tanah Abang, Jakarta, 15 April 2015. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau realisasi rencana pembangunan jembatan penghubung menuju Blok G Pasar Tanah Abang agar ramai pengunjung. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan Pasar Manggis di Jakarta Selatan. Pasar ini merupakan salah satu dari lima pasar rakyat yang dibangun oleh PT Kurnia Reality Jaya sebagai kompensasi atas pemberian izin revitalisasi Pasar Bendungan Hilir.

    Ahok, sapaan Basuki, mengatakan jumlah pasar rakyat di Jakarta harus diperbanyak. Pasar dengan skala kecil bisa menjadi inkubator pengusaha yang baru memulai kariernya. "Pasar ini memberikan kesempatan bagi kaum muda untuk berwiraswasta," kata dia di Pasar Manggis, Rabu 19 Agustus 2015.

    Di Pasar Manggis ada 380 tempat usaha, 283 kios, dan 93 los. Sebagian tempat usaha ini masih kosong dan akan ditawarkan ke pedagang di pasar lain. Kegiatan di Pasar Manggis sudah berjalan sejak enam bulan yang lalu.

    Upaya penawaran tempat usaha, Ahok berujar, juga ditujukan bagi warga non-pedagang. Tujuannya adalah membantu warga yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja agar bisa bangkit.

    Khusus untuk pedagang makanan, Ahok juga akan menambah fitur baru pada program Smart City Jakarta. Fitur itu bakal berisi data sertifikasi semua pedagang makanan di Pasar Manggis dan pasar lainnya. Warga Ibu Kota bisa mengakses situs Smart City guna mengetahui lokasi pedagang yang sudah memiliki tanda pengenal yang dikeluarkan oleh Bank DKI dan terintegrasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

    Menurut Ahok, sertifikasi pedagang bisa menarik minat masyarakat untuk berbelanja di pasar. Sebab, selama ini mereka enggan berbelanja di pasar lantaran banyaknya pedagang yang menggunakan bahan berbahaya sebagai campuran makanan. "Sertifikat itu bisa menjadi jaminan bagi pembeli," kata Ahok.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.