Ahok: Pemberitaan yang Rasis Akan Saya Lawan Sampai Mati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diwawancara wartawan saat memasuki Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 29 Juli 2015. Ahok menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan UPS. TEMPO/Iqbal Ichsan

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diwawancara wartawan saat memasuki Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 29 Juli 2015. Ahok menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan UPS. TEMPO/Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok angkat bicara soal rasisme yang santer menyerangnya. Ahok mengatakan akan memerangi pemberitaan yang mengandung rasisme.

    "Kalau menulis sudah mengarah ke rasis, saya lawan sampai mati. Sebab, negara ini didirikan dari darah dan nyawa," ujar Ahok dalam acara Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya ke-41, Kamis, 27 Agustus 2015, di Balai Kota.

    Ahok menegaskan bahwa kehidupan pada era pers yang bebas dan merdeka tidak sepatutnya dicemari kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan. Ia menyatakan bahwa pers yang rasis tidak pantas disebut pers.

    "Pers yang rasis saya rasa tidak pantas disebut pers. Kalau ada primordialisme, itu bukan Indonesia," kata Ahok, mantan Bupati Belitung Timur.

    Menurut dia, semua organisasi di Indonesia memiliki dasar, yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Ia mengatakan, jika tidak menyetujui dasar tersebut, silakan menggugat sesuai konstitusi dan koridor hukum. Kalau Anda tidak suka, ujar dia, silakan kampanye atau kudeta melalui konstitusi untuk mengubah dasar negara.

    Ia pun menilai seluruh sikap rasisme yang mengancam sebaiknya dipidanakan. "Suruh polisi tangkap, harus ditangkap kalau terlalu mengancam," tutur Ahok.

    NIBRAS NADA NAILUFAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?