Ahok Akan Pecat Sekretaris DPRD  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 29 Juli 2015. Ahok diperiksa sebagai kasus dalam kasus dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS). TEMPO/Iqbal Ichsan

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 29 Juli 2015. Ahok diperiksa sebagai kasus dalam kasus dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS). TEMPO/Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO , Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tengah berencana memecat Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Ahmad Sotar Harahap. Gara-garanya, Sotar tidak memberikan salinan laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap laporan keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam Sidang Paripurna DPRD DKI pada 6 Juli lalu.

    “Kami lagi evaluasi siapa yang bisa gantikan Sekretaris Dewan,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 3 September 2015. 

    Alasan Ahok akan memecat Sotar tak hanya mengenai salinan laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan. Sotar dianggap terlibat praktek parkir liar di lingkungan gedung basement DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Tudingan itu masih harus dibuktikan, tentunya.  

    Yang jelas, Ahok mengaku sedang mempersiapkan pihak yang mempunyai kemampuan menggantikan Sotar di posisi Sekretaris Dewan.

    Adapun Sotar, pada Kamis, 3 September 2015, di gedung DPRD DKI, mengaku belum mendengar soal rencana Ahok tersebut. Namun ia siap jika Gubernur DKI ingin mencopot dirinya dari posisinya saat ini. “Enggak apa-apa, kan kewenangan Gubernur itu,” katanya.

    Sotar mengaku legawa jika dicopot dari posisinya. Bahkan ia mengaku santai atas kabar pencopotan dirinya tersebut. Bagi dia, sejak melamar menjadi pegawai negeri, Sotar siap ditempatkan di posisi apa saja. “Sejak kami melamar (PNS), siap ditempatkan di mana saja,” ujarnya.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.