Siswa di Depok Lempar-lemparan Baju, Lalu Ditampar Guru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • dailymail.co.uk

    dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Depok - Kekerasan terhadap siswa terjadi di salah satu sekolah menengah pertama swasta di Depok. JLM, 12 tahun, siswa sekolah tersebut, ditampar oleh Nikodemus, guru sekolahnya.

    Orang tua siswa, Wempi Wiliam Matakena, menuntut guru yang menampar anaknya agar segera dipecat. Soalnya, kata dia, peristiwa kekerasan ini tiidak hanya terjadi sekali dan menimpa anaknya. "Kekerasan kepada siswa sudah sering dilakukan guru itu," kata Wempi, Kamis, 9 September 2015.

    Menurut dia, hal ini akan berpengaruh terhadap reputasi sekolah. "Sudah berulang kali kejadian ini. Sebelumnya, anak-anak takut untuk mengungkapkan," tuturnya. Bila pihak sekolah maupun yayasan tidak mau menindaklanjuti, dia mengancam melaporkan kekerasan ini kepada polisi.

    Penamparan ini terjadi Rabu, 9 September, saat anaknya selesai mengikuti kelas olahraga. Selesai olahraga, tutur dia, sang anak dan teman-temannya lempar-lemparan baju di dalam kelas, dan tidak sengaja mengenai guru tersebut ketika sedang masuk kelas. "Guru itu langsung marah dan menampar pipi kiri anak saya. Bekasnya langsung merah seperti membengkak dan ada bukti fotonya," ucapnya. "Anak saya menangis."

    Dia mengatakan kekerasan ini berdampak pada psikologis anaknya. Bahkan siswa lain juga mengalami hal yang sama. "Anak saya jadi takut. Tapi sekarang sudah masuk sekolah lagi," ujarnya.

    Ketua Yayasan Lembaga Corenelis Castelin Edward Yonatant mengatakan belum bisa menjelaskan apa pun soal kejadian ini. Sebab, dia baru mendengar masalah ini dari guru lain dan orang tua korban.

    Nikodemus, kata dia, pernah diturunkan jabatannya dari kepala sekolah karena kelakuannya. "Pernah delapan tahun jadi kepala sekolah dan diturunkan karena temperamen dan kinerjanya kurang baik," ucapnya.

    Dalam dua pekan, dia bakal memutuskan sanksi yang akan diberikan kepada Nikodemus. Dewan guru dan yayasan bakal berkoordinasi atas masalah ini. Soalnya, Edward melanjutkan, ini bukan kekerasan pertama yang dilakukan Nikodemus kepada siswa. "Tunggu pengurus yayasan dan pembina sekolah untuk keputusannya," katanya.

    Adapun Nikodemus telah meminta maaf atas kejadian itu. Dia mengaku khilaf dan berjanji tidak mengulanginya lagi. "Sudah minta maaf atas kejadian ini kemarin," ujarnya.

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.