Angkasa Pura II Legalkan Taksi Gelap Bandara Soekarno-Hatta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan DKI Jakarta memeriksa argo taksi bermasalah yang beroperasi di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Kamis (09/10). Tempo/Tony Hartawan

    Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan DKI Jakarta memeriksa argo taksi bermasalah yang beroperasi di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Kamis (09/10). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Tangerang  - PT Angkasa Pura II (Persero) resmi mengubah ratusan taksi tak resmi atau taksi gelap yang selama ini beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta menjadi angkutan sewa resmi bandara.

    Untuk pelegalan taksi gelap ini,  pengelola bandara Soekarno-Hatta menggandeng Koperasi Angkatan Udara (INKOPAU)."Kami telah melakukan penertiban dan penataan terhadap taksi-taksi gelap tersebut,"ujar Senior General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Zulfahmi, Kamis,  8 Oktober 2015

    Zulfahmi mengatakan, penataan taksi-taksi tidak resmi menjadi Angkutan Sewa Resmi Bandara di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan optimisme PT Angkasa Pura II bersama INKOPAU selaku partner sekaligus koordinator di lapangan untuk selalu menjaga standar pelayanan angkutan sewa tersebut dengan baik."Untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh pelanggan,"katanya

    Selain melakukan penertiban dan penataan armada angkutan, untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara, PT Angkasa Pura II juga telah melakukan sejumlah langkah seperti, penambahan ruang publik di Terminal 2 dengan melakukan pembongkaran 74 tenant untuk menciptakan ruang publik yang lebih nyaman dan luas bagi pelanggan. Hal tersebut juga ditunjang dengan fasilitas tambahan lain yaitu penempatan kursi-kursi baru sehingga menambah kapasitas untuk 1.310 penumpang yang tersedia di Terminal 1 dan Terminal 2.

    Sentralisasi layanan informasi bagi pelanggan juga disediakan melalui fasilitas Customer Service Center yang merupakan sinergi bersama dengan maskapai penerbangan yang beroperasi di Terminal 2 dan Terminal 3 dengan tujuan untuk memberikan kemudahan serta solusi cepat atas berbagai kebutuhan informasi, penanganan keluhan, atau kebutuhan pelanggan lainnya terkait dengan pelayanan bandara atau maskapai penerbangan.

    Optimalisasi kapasitas di sisi udara (airside) juga dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) dengan dengan memindahkan pesawat-pesawat dan melakukan scraping terhadap pesawat-pesawat yang sudah tidak beroperasi di apron. Tujuannya adalah untuk mendukung kelancaran operasional bandara, membenahi estetika di sisi udara (airside) bandara serta dapat mendukung maskapai penerbangan untuk selalu on time performance (OTP).

    Director of Airport Facility & Service Ituk Herarindri mengatakan, sejumlah upaya telah dan terus  dilakukan  untuk meningkatkan layanan taksi  di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ituk menyebut tentang pemberian pelayanan prima (service excellent) dalam memenuhi harapan serta kebutuhan seluruh pelanggan. " Agar terwujud smile airport di seluruh bandara PT Angkasa Pura II," ujarnya.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.