Makin Sadis, Begal Motor di Bekasi Tembak Mulut Korbannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi begal motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Bekasi - Begal sepeda motor menembak seorang warga di halaman restoran Hoka-Hoka Bento, Jalan Boulevard, Harapan Indah, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Kamis sore, 8 Oktober 2015. Korban, Ismail Muzzamil, 27 tahun, ditembak karena mencoba menghalangi pelaku ketika melarikan diri.

    Saksi mata, Istiyono, 39 tahun, mengatakan peristiwa itu bermula ketika satu orang tak dikenal sedang mengutak-atik sepeda motor jenis Suzuki Satria FU B-3829-TZ di parkiran. Karena curiga, ia berteriak maling. "Pelaku panik, lalu menghampiri temannya yang menunggu di atas sepeda motor," kata dia, Kamis, 8 Oktober 2015.

    Sementara itu, Ismail yang mendengar teriakan Istiyono beranjak dari tempat duduknya. Warga Rawa Sapi, Jakarta Timur, itu lalu mencoba menghadangnya. Tanpa kompromi, pelaku mengacungkan senjata api, dan mengumbar tembakan sebanyak dua kali.

    Tembakan terakhir diarahkan ke korban, hingga mengenai mulutnya. Ismail pun jatuh tersungkur bersimbah darah. Warga lalu membawanya ke rumah sakit Citra Harapan Indah yang tak jauh dari lokasi kejadian. "Pelaku melarikan diri ke jalan raya," kata dia.

    Juru bicara Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota Ajun Komisaris Siswo mengatakan pelaku berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor. Berdasarkan keterangan saksi, ciri-cirinya ialah muka bulat, tinggi sekitar 170-180 sentimeter, perawakan sedang, dan mengenakan jaket warna hitam. "Penyidik sedang mempelajari rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi," kata Siswo.

    Ihwal kondisi korban, kata dia, cukup parah. Peluru bersarang di mulutnya. Karena itu, korban dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk penanganan medis lebih lanjut. "Kasusnya masih dalam penyelidikan," katanya.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.