Buntut Insiden Moestopo, Seorang Mahasiswa Jadi Tersangka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi resmi menetapkan seorang tersangka yang menyandera mobil tangki dan pemukulan terhadap dua anggota Polres Metro Jakarta Selatan dalam aksi unjuk rasa di depan Kampus Universitas Dr. Moestopo (Beragama), Jl. Hang Lekir, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/1) sore. Tersangka berinisial YD, mahasiswa Universitas Dr. Moestopo. Menurut Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Abdur Rachman, ketika dihubungi Tempo News Room, Minggu (12/1), YD resmi menjadi tahanan polisi sejak Sabtu (11/1) kemarin. Sementara baru dia, yang lain masih dalam penyelidikan dan penyidikan, ujarnya. YD Kapolres enggan menyebutkan nama lengkapnya salah satu peserta demo bersama Front Aksi Mahasiswa Revelusi dan Demokrasi (FAMRED) itu dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan di depan umum. Abdur Rachman menjelaskan, penangkapan YD bukan karena ia dituduh turut memukulinya. Tapi, karena telah menyandera truk tangki premix no. Pol. B 9212 ZI, yang dikemudikan Mulyadi dan Prayitno. Yang jelas, ia telah membuat anggota saya, yaitu Briptu Ambar Suseno dan Ipda Dwi Trihantoro, terluka. Kalau (pemukulan) saya bukan jadi alasan, tapi melengkapi, kata dia. Selain terlukanya dua anggota, Kapolres beralasan, laporan dua pengemudi tangki kepada polisi itulah yang menjadi alasan untuk menangkap YD. Apalagi banyak saksi yang menyebut namanya, tambah Abdur Rachman. Soal berapa saksi yang sudah diperiksa polisi, Kapolres tidak mau menjawab. Alasannya, saksi masih terus berkembang, tergantung penyelidikan dan penyidikan. Selanjutnya, Abdur Rachman membantah pihaknya akan menempatkan personilnya lebih banyak lagi menyusul insiden itu. Bila ada aksi susulan, ia akan menerjunkan personel seadanya saja. Kami bukan persoalan kuat-kuatan, katanya. Abdur Rachman berharap tidak perlu ada penambahan pasukan dan tidak ada pula demostrasi yang melanggar hukum, seperti menyandera tangki dan memukul anak buahnya. Mengenai kondisi dua anak buahnya yang terluka, Abdur Rachman menjelaskan, Kanit Resimen Mobil (Resmob) Polres Jaksel Ipda Dwi Trihantoro sudah pulang ke rumahnya, meski kepalanya dijahit. Sedangkan Briptu Ambar Suseno masih dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina. (Istiqomatul Hayati-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.