Demo Setahun Jokowi-JK di DPR Hanya Dihadiri 40 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mahasiswa turun ketengah jalan untuk demonstrasi di halaman Istana Kepresidenan Bogor, 20 Mei 2015. Mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI menuntut untuk diturunkannya Jokowi-JK karena dinilai tidak mampu memperkuat ekonomi negara. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Sejumlah mahasiswa turun ketengah jalan untuk demonstrasi di halaman Istana Kepresidenan Bogor, 20 Mei 2015. Mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI menuntut untuk diturunkannya Jokowi-JK karena dinilai tidak mampu memperkuat ekonomi negara. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Demonstrasi memperingati 1 tahun masa pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla digelar di depan gerbang Gedung DPR/MPR RI Selasa, 20 Oktober 2015. Demo ini hanya dihadiri tak lebih dari 40 orang.

    Pendemo yang terdiri dari Garda Muda Palapa dan Front Pribumi itu menuntut Jokowi-JK turun dari jabatannya. "Jokowi telah gagal menjadi pemimpin. Dia membuat banyak kebijakan yang bertentangan dengan keinginan masyarakat." ujar salah satu orator demo.

    Mereka juga mengeluhkan kondisi perekonomian Tanah Air yang semakin melemah. Mereka pun menuntut agar MPR dan DPR sebagai perwakilan rakyat, harus lebih banyak mementingkan rakyatnya daripada dirinya sendiri. "Jangan malah menjadi Dewan Pencuri Rakyat." ujar salah satu orator dengan berapi-api.

    Topik Pilihan: Setahun Jokowi-JK

    Pendemo dari Garda Muda Indonesia datang pada pukul 12.30 WIB di Gedung DPR/MPR. Front Pribumi yang sebelumnya sudah menunggu langsung bergabung dengan Garda Muda Indonesia.

    Dengan membawa banner bertuliskan "Turunkan Rezim Jokowi-JK" dan bendera merah putih, mereka bergantian menyuarakan aspirasinya. Aksi mereka yang awalnya dilakukan di jalan Gatot Subroto, kemudian digeser oleh polisi ke halaman depan gedung.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.