Rabu, 14 November 2018

Tol Becakayu Dibangun, Jakarta-Bekasi Macet Total  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di kawasan Kalimalang, Jakarta, 27 januari 2015. Pembangunan jalan tol Becakayu mandek sejak 1998 dan akan dilanjutkan mulai April mendatang. Proyek yang terdiri atas dua bagian, yaitu bagian I (Kasablanka-Jakasampurna) sepanjang 11 kilometer dan bagian II (Jakasampurna-Bekasi Utara) sepanjang 10,4 kilometer. Jalan Tol Becakayu diharapkan mampu mengurai kemacetan di wilayah Jabodetabek, terutama di Jalan Raya Kalimalang. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di kawasan Kalimalang, Jakarta, 27 januari 2015. Pembangunan jalan tol Becakayu mandek sejak 1998 dan akan dilanjutkan mulai April mendatang. Proyek yang terdiri atas dua bagian, yaitu bagian I (Kasablanka-Jakasampurna) sepanjang 11 kilometer dan bagian II (Jakasampurna-Bekasi Utara) sepanjang 10,4 kilometer. Jalan Tol Becakayu diharapkan mampu mengurai kemacetan di wilayah Jabodetabek, terutama di Jalan Raya Kalimalang. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bekasi - Syahrul Saleh, 30 tahun, terpaksa mengurangi kecepatan kendaraannya begitu masuk Jalan Raya Kalimalang di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Soalnya, sepanjang jalur Kalimalang kini tengah dibangun proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu. Walhasil, badan jalan pun menyempit, dan ini berimbas pada rusaknya jalan.

    "Enggak bisa ngebut, harus pelan-pelan," kata warga Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, tersebut, Rabu, 21 Oktober 2015. Jalan itu kini memang berlubang dan rusak akibat proyek pembangunan tol yang pernah mangkrak sejak 1998 itu.

    "Kecepatan paling tinggi 20-30 kilometer per jam," kata karyawan swasta di Jakarta Barat ini. Syahrul mengaku mendukung pembangunan, tapi ia berharap pemerintah memberikan juga pelayanan yang maksimal kepada masyarakat yang terkena dampaknya. "Jalan harus diperbaiki," kata dia.

    Berdasarkan pengamatan Tempo, proyek tol Becakayu membutuhkan pilar penyangga badan jalan. Adapun, pilar itu dibangun di dua sisi saluran Tarum Barat. Akibatnya, badan jalan di utara sungai terpakai sekitar delapan meter, imbasnya badan jalan menyempit. Sebagai gantinya, jalan dilebarkan sekitar delapan meter.

    Namun, sepanjang jalur tersebut kondisi jalannya bergelombang, dan banyak lubang. Akibatnya, setiap hari saat jam masuk dan pulang terjadi kemacetan lalu lintas parah. Dari Pangkalan Jati, Jakarta Timur, ke Bekasi butuh waktu sekitar 1,5 jam. Soalnya, kecepatan kendaraan hanya 10-20 kilometer per jam.

    Kondisi itu diperparah dengan angkutan umum yang berhenti sembarangan serta truk proyek melintas, bahkan tak jarang ekskavator turut melintas dari titik pemasangan pilar ke titik lain. Tak jarang, kendaraan nyaris tak bergerak. Tak ada pejalan kaki seliweran, karena kondisi jalannya tak layak.

    Seperti diketahui, proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu sempat mangkrak pada 1998. Kembali dilanjutkan pada Maret 2015 dengan target penyelesaian akhir 2017. Proyek itu terdiri atas dua seksi, yaitu seksi I (Kasablanka-Jakasampurna) sepanjang sebelas kilometer dan seksi II (Jakasampurna-Bekasi Timur) sepanjang 10,4 kilometer.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?