Bom di Mal Alam Sutera, Mengapa Bisa Terjadi Lagi?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian menyisir tempat kejadian perkara ledakan bom di mall Alam Sutera, Tangerang, Banten, 28 Oktober 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Petugas kepolisian menyisir tempat kejadian perkara ledakan bom di mall Alam Sutera, Tangerang, Banten, 28 Oktober 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang - Polisi dan manajemen Mal Alam Sutera melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan pasca-ledakan bom yang kedua kalinya, Rabu, 28 Oktober 2015. "Dievaluasi kenapa bisa bobol lagi," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Tangerang Ajun Komisaris Besar Sutarmo kepada Tempo, Kamis, 29 Oktober 2015.

    Menurut Sutarmo, sejak ledakan bom di Mal Alam Sutera pada 9 Juli lalu, manajemen telah menjalankan sejumlah rekomendasi Polres Metro Tangerang terkait dengan peningkatan keamanan.

    Upaya peningkatan keamanan yang telah dijalankan di antaranya menambah jumlah petugas keamanan dari 105 menjadi 130 orang, menambah kamera pengintai dari 67 titik menjadi 130 titik, menutup sebagian akses masuk mal, serta melakukan pemeriksaan pengunjung dan kendaraan di pintu masuk dengan menggunakan metal detector.

    Evaluasi yang kini sedang dilakukan, menurut Sutarmo, untuk mencari titik lemah sistem pengamanan yang diklaim sudah maksimal tersebut. "Masuknya lewat mana, apakah pelaku masuk melalui pintu lain atau melalui titik yang saat ini belum dipasangi CCTV," ucapnya.

    Sutarmo mengakui, pengelola Mal Alam Sutera memang berencana memasang 78 titik kamera pengintai lagi di area mal tersebut. General Manager Mal Alam Sutera Wawan mengaku standar pengamanan malnya sudah ditingkatkan sejak ledakan Juli lalu. "Terus kami tingkatkan," tutur Wawan.

    JONIANSYAH HARDJONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.