Ahok Ingin Pasar Tradisional di Jakarta Sekelas Mal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang Ikan menata dagangannnya di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Jumat (17/5). Renovasi Pasar Kramat Jati pada bulan Juni mendatang dianggarkan sebesar Rp 6 miliar. TEMPO/Subekti

    Pedagang Ikan menata dagangannnya di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Jumat (17/5). Renovasi Pasar Kramat Jati pada bulan Juni mendatang dianggarkan sebesar Rp 6 miliar. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berharap ke depan PD Pasar Jaya akan membangun pasar sekelas mal dan bisa menjadi tempat wisata bagi masyarakat. "Bisa juga dibangun apartemen di atasnya, supaya bisa buka 24 jam. Dengan begitu, pedagang bisa saling tukar shift dalam 24 jam itu," kata Ahok dalam pembukaan rapat kerja PD Pasar Jaya di Balai Kota pada Selasa, 3 November 2015.

    Menurut Ahok, badan usaha milik daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut memiliki keunggulan dibandingkan dengan pasar-pasar milik swasta lain karena dapat saling bersinergi dengan dinas-dinas lain yang dimiliki Pemprov DKI.

    "Kita ini lebih dari konglomerat. Punya aset, uang, dan kuasa. Konglomerat kan enggak punya kuasa. Dia juga enggak bisa terintegrasi antardinas. Sedangkan kita bisa," ucap Ahok yang disambut tepuk tangan meriah dari ratusan anggota staf PD Pasar Jaya yang turut hadir di Balai Kota.

    Ke depan, menurut Ahok, pasar-pasar yang dibangun di Jakarta harus berbentuk bangunan lebih dari dua lantai. "Parkiran sepeda motor, bahkan parkiran mobil, akan dibuat di atas. Biar saat mereka turun dari parkiran, lantai atas juga menjadi sasaran pengunjung yang pada belanja di situ," ujar Ahok.

    Ahok pun mewanti-wanti kepada para pejabat PD Pasar Jaya agar tidak main mata dalam pengelolaan 153 pasar yang dimiliki. "Saya enggak mau dengar ada yang jual lapak, enggak mau lagi ada uang-uang preman. Teman saya, tante saya, pada jualan di pasar. Saya ngerti sekali permainan PD Pasar Jaya bagaimana," tutur Ahok.

    Ahok menegaskan, apabila pengurus PD Pasar Jaya tertangkap menjalankan praktek suap ataupun korupsi, Ahok tidak akan segan melaporkannya ke kepolisian. "Saya yakin masih ada yang main ini. Makanya saya mau ini diperbaiki. Saya enggak mau toleransi, karena saya sudah wanti-wanti terus," katanya.

    Dalam rapat kerja ini, Direktur Utama PD Pasar Jaya Luthfi Rachman menyatakan saat ini PD Pasar Jaya tengah memasuki era baru dengan menyajikan konsep bangunan pasar yang mengakomodasi seluruh masyarakat, yakni pasar tradisional modern, pasar terpadu rusunawa, dan pasar rakyat.

    "Konsep pasar terpadu rusunawa merupakan solusi atas terbatasnya lahan serta hunian di Jakarta. Ada 12 pasar yang telah diprogramkan PD Pasar Jaya terhadap konsep ini, seperti Pasar Rumput, Pasar Grogol, Pasar Blok G Tanah Abang, dan Pasar Serdang," ujar Luthfi.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kajian Ibu Kota Baru, Diklaim Memperkuat Kawasan Timur Indonesia

    Pemindahan ibu kota ke luar Jawa diklaim akan memperkuat kegiatan nasional dan kawasan Indonesia timur. Begini kajian ibu kajian ibu kota baru.