Ribut Tarif, Ini yang Mau Dilakukan Sopir Go-Jek Cantik  

Reporter

Editor

Nur Haryanto

Srikandi Go-Jek bernama Hendrayani merias wajahnya sambil menunggu panggilan penumpang di Bandung, 15 Agustus 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Subsidi perusahaan ojek berbasis online, Go-Jek, yang diturunkan dari Rp 4.000 ke Rp 3.000 per kilometer, membuat pengemudinya kecewa. Mereka menganggap perubahan ini membuat penghasilan mereka menurun drastis. Nani Maryani, pengemudi Go-Jek yang telah enam bulan menjadi pengemudi, kini tengah mempertimbangkan untuk kembali ke pekerjaan lamanya.

"Saya dulu jualan donat dan jadi staf riset pemasaran. Saya tinggalkan profesi itu buat jadi sopir Go-Jek. Sekarang saya mikir-mikir mau balik berjualan lagi. Kalau istilah dagang, gulung tikar jadi driver Go-Jek," ucap Nani. "Kami jadi malas narik. Biasanya dari Jatipadang (Jakarta Selatan) ke Bekasi bisa dapat Rp 100 ribu, sekarang paling dapat Rp 77 ribu," kata Nani kepada Tempo, Selasa, 3 November 2015.

 Baca juga:
Suap Dokter=40 % Harga Obat: Inilah Modus yang Mengejutkan
Ribut Sampah, Ahok Balik Gertak Yusril: Ngotot, Kami Ladeni! 

Selain itu, menurut Nani, tarif baru tersebut tidak sepadan dengan rasa letih mereka mengantarkan penumpang. "Sekarang, banyak teman yang tidak mengambil orderan kalau jaraknya jauh. Cuma dapat capeknya doang," tuturnya. Nani membandingkan dengan kondisi sebelumnya, saat order masih jarang. Kini orderan banyak, tapi banyak pengemudi tak mengambil karena jaraknya jauh.

Nani mengaku sedang mempertimbangkan kembali untuk berjualan donat setelah sempat berhenti. "Saya sudah berkonsultasi sama teman-teman lain. Kalau kayak sekarang, penghasilannya susah, pakai banget," katanya.

Wanita berumur 37 tahun, yang tinggal di Jatipadang, Jakarta Selatan, ini juga menyatakan perubahan besar mulai terasa sejak perekrutan sopir besar-besaran beberapa bulan lalu. "Sekarang driver-nya banyak. Dulu bisa dapat Rp 400 ribu per hari, sekarang Rp 200 aja udah termehek-mehek," kata Nani.

Ditambah masalah aplikasi yang juga sering eror. "Orderan di costumer sudah masuk, tapi kalau di kami belum. Jadinya kita minta maaf dan menolak untuk mengantarkan costumer itu," ujarnya. Masalah juga sering muncul dalam withdrawal atau penarikan deposit mereka dari manajemen. "Minggu ini saja saya susah buat cairin uangnya," katanya.

EGI ADYATAMA

BERITA MENARIK
Salma, Si Mahasiswi, Ditindih oleh Hantu: Begini Kisahnya
Bocah Gantung Diri, Kisah Nangka Kesukaan & Sepatu Baru Itu






Pengemudi Ojek Online Bakal Gelar Demo Lanjutan Tolak Kenaikan Tarif

21 hari lalu

Pengemudi Ojek Online Bakal Gelar Demo Lanjutan Tolak Kenaikan Tarif

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono menanggapi berlakunya secara efektif penyesuaian tarif ojek online atau ojol mulai hari ini Minggu, 11 September 2022.


Tarif Ojek Online Naik 8 Persen, Kemenhub: Kalau Lebih Tinggi, Pasar Bergeser

25 hari lalu

Tarif Ojek Online Naik 8 Persen, Kemenhub: Kalau Lebih Tinggi, Pasar Bergeser

Kemenhub resmi mengerek tarif ojek online atau ojol setelah harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax naik.


Tarif Ojek Online Resmi Naik per 10 September, Begini Penjelasan Kemenhub

25 hari lalu

Tarif Ojek Online Resmi Naik per 10 September, Begini Penjelasan Kemenhub

Kemenhub mengumumkan kenaikan tarif ojek online resmi berlaku per 10 September 2022 mendatang. Seperti apa detailnya?


Gojek Santuni 1.055 Anak Yatim Jakarta Selatan, Kegiatan Gopay Masuk Rekor MURI

38 hari lalu

Gojek Santuni 1.055 Anak Yatim Jakarta Selatan, Kegiatan Gopay Masuk Rekor MURI

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Munjirin mengapresiasi Gojek Peduli Anak Yatim (Gopay) yang meraih rekor MURI dengan santuni 1.055 anak yatim.


Tarif Ojol Naik, Pengguna Curhat: Berat, Tapi Sudah Jadi Kebutuhan Primer

52 hari lalu

Tarif Ojol Naik, Pengguna Curhat: Berat, Tapi Sudah Jadi Kebutuhan Primer

Para pengguna ojol dari berbagai kalangan mengaku berat mendengar pengumuman dari Kemenhub ihwal naiknya tarif layanan moda transportasi roda dua tersebut.


Driver Ojek Online: Dulu Cari Rp 6 Juta Enak, Sekarang Rp 100 Ribu Susah

53 hari lalu

Driver Ojek Online: Dulu Cari Rp 6 Juta Enak, Sekarang Rp 100 Ribu Susah

Rusjaya, 40 tahun bercerita saat ia mulai menjadi driver ojek online di awal tahun 2016, dirinya dapat mengumpulkan penghasilan Rp 6 juta per bulan.


Penghapusan Data Kendaraan Dinilai Akan Meningkatkan Pendapatan Daerah

22 Juli 2022

Penghapusan Data Kendaraan Dinilai Akan Meningkatkan Pendapatan Daerah

Mohammad Faisal mengatakan wacana bakal diterapkannya penghapusan data kendaraan untuk meningkatkan pendapatan daerah.


Eks Pilot Senior Merpati: Rekan-rekan Ada yang Jadi Petani Hingga Tukang Ojek

18 Mei 2022

Eks Pilot Senior Merpati: Rekan-rekan Ada yang Jadi Petani Hingga Tukang Ojek

Pesangon dan gaji 1.233 orang eks karyawan Merpati Air dengan total Rp 318 miliar segera dibayar hingga kini belum dibayar.


Jenazah Tukang Ojek Diduga Korban Penembakan KKB Dipulangkan ke Makassar

13 April 2022

Jenazah Tukang Ojek Diduga Korban Penembakan KKB Dipulangkan ke Makassar

Tukang ojek diduga menjadi korban penembakan KKB terjadi saat mereka selesai mengantar penumpang ke kampung Lombuk, Distrik Tingginambut


Polisi Tangkap Komplotan Begal yang Bacok Tukang Ojek di Sentul

6 April 2022

Polisi Tangkap Komplotan Begal yang Bacok Tukang Ojek di Sentul

Polres Bogor membekuk komplotan begal yang membacok tukang ojek di Sentul. Dipimpin oleh residivis.