Keamanan Bandara Soekarno-Hatta Tangkap Polisi Gadungan  

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bandara Seokarno Hatta Komisaris Polisi Azhari Kurniawan menunjukan tersangka polsi gadungan, DES (47) di Mapolres Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, Banten, 4 November 2015. Tujuan polisi gadungan tersebutuntuk memudahkan akses masuk ke area Bandara Seokarno Hatta. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta kembali menangkap aparat gadungan yang berkeliaran di area Bandara Soekarno-Hatta. Kali ini, seorang pria berinisial DES, 47 tahun, ditangkap saat menggunakan seragam polisi berpangkat ajun komisaris besar polisi (AKBP).

"Saat ditangkap tersangka menggunakan pakaian polisi AKBP, tidak ada senjata api," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Aszhari Kurniawan, Kamis, 5 November 2015

Warga Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, itu ditangkap ketika sedang berada di area conveyor terminal 2D kedatangan. "Saat itu dia seperti sedang patroli pakai pakaian dinas dan tenteng HT (handy talkie)," kata Aszhari.

Awalnya, petugas tidak curiga dengan penampilan DES yang begitu meyakinkan. Berseragam dinas polisi dengan segala macam atribut kepolisian yang menempel di bajunya, pria paruh baya ini penuh percaya diri mondar-mandir, keluar-masuk bandara. Tapi yang mencolok dari penampilan DES dan membuat petugas curiga adalah HT yang dikenakannya. "HT-nya itu warna merah yang mereknya tidak sesuai dengan AKBP, merek Cina. Kok HT-nya kayak gitu, tapi penampilan meyakinkan," kata Aszhari.

Karena curiga petugas polisi di Soekarno-Hatta mendekati pelaku dan mengajaknya berbicara. Awalnya, DES mengaku dinas di Polda Metro Jaya di bagian Sumber Daya Manusia. "Ditanya, linting berapa, dijawab Akpol sekian. Kenal ini dong, sama pimpinan kami. Itu yang lama ya? Padahal pimpinan yang sekarang," kata Aszhari. Semakin banyak pembicaraan, DES semakin mencurigakan hingga oleh petugas ditarik ke pospol.

Selanjutnya dibawa ke Polres Bandara dan dilakukan penggeledahan. Polisi menemukan banyak kejanggalan dalam identitas DES. DES dibawa ke polres, digeledah, ditemukan ia memiliki dua KTP dan dua SIM, Polri dan swasta.

Adapun DES kepada polisi mengaku memakai pakaian polisi tersebut untuk gagah-gagahan saja dan memudahkan aksesnya ke mana-mana. Saat ditangkap di Soekarno-Hatta, Selasa malam lalu, ia mau menjemput kakaknya yang datang dari luar negeri.

DES mengaku sudah cukup lama menyaru sebagai polisi gadungan dan memang mendapatkan kemudahan akses. Salah satu contohnya adalah, ia bisa masuk area conveyor tanpa kartu pas. "Padahal polisi biasa pun harus pakai pass," kata Aszhari.

Baju polisi yang dikenakan DES, kata Aszhari, didapatkan DES dari situs online. Sementara, identitas dirinya sebagai anggota polisi dicetak sendiri. Kepada penyidik, awalnya dia mengaku mendapatkan baju tersebut dari pamannya yang dinas di Mabes Polri

Untuk melancarkan penyamarannya, DES juga menyulap mobilnya menjadi seperti mobil anggota kepolisian. Pelat mobil Daihatsu Luxio miliknya juga dipasangi pelat polisi. "Sejauh ini, belum ada catatan kriminal pada dirinya," kata Aszhari.

Kini, DES yang bekerja sebagai sopir lepas ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat Pasal 288 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penyalahgunaan tanda kepangkatan polisi dengan ancaman hukuman penjara dua tahun.

Sebelumnya, Tim Reserse Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap seorang penipu yang mengaku sebagai anggota perwira TNI berpangkat kapten. Anwar Hasan alias Agus, 40 tahun, ditangkap di tempat kosnya di Duri Kelapa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, setelah menipu dua korbannya di Bandara Soekarno-Hatta awal September lalu.

"Pelaku adalah TNI gadungan," ujar Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Ajun Komisaris Besar Royke Hary Langie.

JONIANSYAH HARDJONO






978 Lowongan Kerja Dibuka di Bursa Kerja Kota Tangerang, Ada Posisi di BCA Multi Finance

9 hari lalu

978 Lowongan Kerja Dibuka di Bursa Kerja Kota Tangerang, Ada Posisi di BCA Multi Finance

Kota Tangerang membuka peluang kerja lewat bursa kerja virtual yang selenggarakan setiap bulan dalam upaya membantu para pencari kerja.


Uji Emisi di Kota Tangerang, Kendaraan yang Lolos Dikasih Stiker dan Sertifikat

16 hari lalu

Uji Emisi di Kota Tangerang, Kendaraan yang Lolos Dikasih Stiker dan Sertifikat

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan kegiatan uji emisi oleh Dinas Lingkungan Hidup bertujuan untuk mengevaluasi kualitas udara.


Pemerintah Kota Tangerang Apresiasi Gebyar Seni Budaya dan Bazar UMKM

33 hari lalu

Pemerintah Kota Tangerang Apresiasi Gebyar Seni Budaya dan Bazar UMKM

Pemerintah Kota Tangerang menyebut gebyar seni budaya dan bazar UMKM di wilayah Puri Beta 2 Tangerang menjadi media promosi yang efektif.


Pengakuan 12 Santri Ponpes Daarul Qur'an Tega Mengeroyok Temannya Hingga Tewas

38 hari lalu

Pengakuan 12 Santri Ponpes Daarul Qur'an Tega Mengeroyok Temannya Hingga Tewas

Sebanyak 12 santri Ponpes Daarul Qur'an Lantaburo Kota Tangerang mengakui penegeroyokan yang mereka lakukan. Hingga membuat temannya tewas.


Mayat Bertato Bunga Mawar Belum Teridentifikasi, Bergelang Tasbih Hitam di Tangan Kanan

46 hari lalu

Mayat Bertato Bunga Mawar Belum Teridentifikasi, Bergelang Tasbih Hitam di Tangan Kanan

Identitas mayat pria terikat tali tambang dalam boks kontainer pada Senin 21 Agustus 2022 atau 4 hari sejak ditemukan, belum terungkap.


Polisi: Mayat Terikat dalam Boks Kontainer Korban Pembunuhan dengan Benda Tumpul

48 hari lalu

Polisi: Mayat Terikat dalam Boks Kontainer Korban Pembunuhan dengan Benda Tumpul

Kapolres Tangerang Komisaris Besar Zain Dwi Nugroho mengatakan mayat pria yang terikat dalam boks kontainer plastik diduga korban pembunuhan.


Petugas Posyandu yang Beri Obat Kedaluwarsa ke Bayi saat Imunisasi Dinonaktifkan

49 hari lalu

Petugas Posyandu yang Beri Obat Kedaluwarsa ke Bayi saat Imunisasi Dinonaktifkan

Petugas itu diduga lalai memberikan obat penurun panas kedaluwarsa kepada balita saat pelaksanaan Program Bulan Imunisasi Anak Nasional.


Polisi Gadungan Mengaku Patwal di Kementerian, Lancarkan Tipu-tipu Bermodus Lelang Mobil

52 hari lalu

Polisi Gadungan Mengaku Patwal di Kementerian, Lancarkan Tipu-tipu Bermodus Lelang Mobil

Mengaku sebagai polisi patwal berpangkat bripka, melancarkan aksi tipu-tipu dengan menawarkan lelang mobil di Kementerian. Korban tertipu Rp 506 juta.


Orang Terlantar di Kolong Jembatan Dievakuasi ke RSUD Kota Tangerang

4 Agustus 2022

Orang Terlantar di Kolong Jembatan Dievakuasi ke RSUD Kota Tangerang

Viral orang terlantar dalam keadaan sakit dan tubuh kurus berada di kolong jembatan di Kota Tangerang


Polda Metro Buru Polisi Diduga Gadungan yang Viral di Medsos

31 Juli 2022

Polda Metro Buru Polisi Diduga Gadungan yang Viral di Medsos

Sebuah video viral di media sosial yang merekam aksi polisi diduga gadungan sedang mengecek surat kendaraan di jalan.