Soal Sampah Jakarta, Tak Ada Tipping Fee 2016, DKI Putus Kontrak Godang Tua

Reporter

Aktivitas pemulung mengais sampah di areal Adang, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang, Bekasi, 12 Mei 2015. Setiap hari TPST Bantar Gebang menerima sampah dari DKI Jakarta lebih dari 6.000 ton padahal dalam perjanjian dengan Pemprov DKI, tahun 2015 sampah yang dibuang ke Bantar Gebang hanya 3.000 ton per harinya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Ali Maulana Hakim mengatakan tak lagi mengalokasikan dana pengelolaan sampah (tipping fee) tahun depan. Hal ini dikarenakan pemerintah berniat memutus kontrak kerja sama dengan PT Godang Tua Jaya, pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Menurut Ali, pemutusan kerja sama merupakan cara yang terbaik untuk pemerintah. Sebab, ujar Ali, jika melanjutkan kerja sama tersebut sampai 2023—seperti dalam perjanjian—pemerintah Jakarta akan terus merugi, seperti laporan Badan Pemeriksa Keuangan atas anggaran 2013.

Dalam laporan itu, menurut Ali, BPK menyebutkan pemerintah rugi Rp 182 miliar dalam mengelola sampah di Bantargebang. Demikian pula dengan laporan 2014, BPK menilai pemerintah telah merugi sekitar Rp 400 miliar. "Daripada berlarut-larut, lebih baik putus kontrak," ucap Ali saat dihubungi, Kamis, 5 November 2015.

Pemerintah, Ali berujar, akan mengelola sampah secara swakelola dan tak lagi melibatkan pihak ketiga. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2016, Dinas mengalokasikan dana sekitar Rp 260 miliar untuk swakelola sampah.

Meskipun tak ada lagi tipping fee, kata Ali, pemerintah Jakarta tetap mengalokasikan dana community development untuk kota Bekasi, bahkan jumlahnya meningkat lebih dari 20 persen. "Kami masih kalkulasi jumlahnya berapa. Semua hak Bekasi tidak hilang," ucap Ali.

Menurut dia, anggaran swakelola sampah sebesar Rp 260 miliar lebih kecil ketimbang tipping fee yang menelan dana sekitar Rp 336 miliar dalam APBD 2015. "Kami tidak mencari untung," katanya. Dana sebesar itu digunakan untuk membeli alat berat dan biaya operasional mengelola sampah selama setahun.

Walaupun demikian, pemerintah masih mengalokasikan dana untuk tipping fee selama 10 hari atau sekitar Rp 8 miliar. Sebab, pemutusan kontrak kerja sama baru bisa dilakukan pada 10 Januari 2016 atau 105 hari dari surat peringatan pertama yang dilayangkan pemerintah ke Godang Tua.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta mendukung rencana pemerintah memutus kontrak kerja sama dengan Godang Tua. "Mereka tidak akan menyelesaikan kewajibannya makanya kami setuju," kata Prabowo Soenirman, anggota Komisi Pembangunan.

Prabowo menyarankan agar pemerintah Jakarta bersiap-siap karena kemungkinan Godang Tua menggugat ke pengadilan. Meskipun begitu, ia optimistis karena pemerintah membuang sampah di lahan miliknya. "Dua-duanya salah, tapi pemerintah akan menang," ucap dia.

Direktur Utama PT Godang Tua Jaya Rekson Sitorus menginginkan perubahan perjanjian kerja sama. "Kami siap bernegosiasi dengan pemerintah agar mengubah perjanjian dengan prinsip saling menguntungkan," kata dia.

Ajakan itu ditolak Ali. "Mau sampai kapan perjanjian diperbaiki terus. Kalau perjanjian diubah terus, kapan ada perbaikan," kata Ali.

ERWAN HERMAWAN






Dana Karangan Bunga Kota Bekasi Mencapai Rp 1,1 Miliar, Paling Tinggi di Jabodetabek

15 hari lalu

Dana Karangan Bunga Kota Bekasi Mencapai Rp 1,1 Miliar, Paling Tinggi di Jabodetabek

Pemerintah Kota Bekasi menetapkan anggaran karangan bunga sebesar Rp 1,1 miliar dalam APBD tahun 2022.


Pengelolaan Sampah ITF Sunter Hasilkan Listrik 35 MW, Kurangi 30 Persen Sampah Jakarta

17 hari lalu

Pengelolaan Sampah ITF Sunter Hasilkan Listrik 35 MW, Kurangi 30 Persen Sampah Jakarta

Jakpro menyebutkan proyek Fasilitas Pengelolaan Sampah atau ITF Sunter di Jakarta Utara mampu menghasilkan energi listrik sekitar 35 MW.


DKI Gandeng Tangsel dan Kota Bekasi untuk Uji Emisi Kendaraan Bermotor

18 hari lalu

DKI Gandeng Tangsel dan Kota Bekasi untuk Uji Emisi Kendaraan Bermotor

Dinas Lingkungan DKI Jakarta menggandeng Tangsel dan Kota Bekasi untuk menggelar uji emisi kendaraan bermotor.


PDAM Tirta Bhagasasi Jadi Milik Kabupaten, Kota Bekasi Bakal Bayar Kompensasi Rp 155 Miliar

42 hari lalu

PDAM Tirta Bhagasasi Jadi Milik Kabupaten, Kota Bekasi Bakal Bayar Kompensasi Rp 155 Miliar

Setelah pemisahan aset rampung, PDAM Tirta Bhagasasi akan fokus melayani kebutuhan air bersih untuk warga Kabupaten Bekasi saja.


Tawuran Remaja di Bekasi: Satu Orang Tewas, 15 Ditangkap, 3 Tersangka Pengeroyokan

52 hari lalu

Tawuran Remaja di Bekasi: Satu Orang Tewas, 15 Ditangkap, 3 Tersangka Pengeroyokan

Polres Metro Bekasi Kota menangkap 15 pelaku tawuran yang menewaskan seorang remaja. Tiga orang ditetapkan tersangka pengeroyokan


Polisi Tangkap 15 Pelaku Tawuran di Bekasi yang Tewaskan Satu Orang

52 hari lalu

Polisi Tangkap 15 Pelaku Tawuran di Bekasi yang Tewaskan Satu Orang

Polsek Bekasi Kota menangkap 15 pelaku tawuran yang diduga mengeroyok pemuda 17 tahun berinisial AN hingga tewas.


PSI Soroti Setoran Deviden Jamkrida Jakarta yang Terus Turun

3 Agustus 2022

PSI Soroti Setoran Deviden Jamkrida Jakarta yang Terus Turun

PSI Jakarta mendorong Jamkrida Jakarta memanfaatkan penambahan modal dasar untuk memperbaiki kondisi perusahaan yang terkena dampak pandemi Covid-19.


Staf Perpustakaan SMP Negeri di Bekasi Jadi Tersangka Pelecehan Seksual

2 Agustus 2022

Staf Perpustakaan SMP Negeri di Bekasi Jadi Tersangka Pelecehan Seksual

Polisi menetapkan staf perpustakaan SMP Negeri 6 Kota Bekasi sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap 3 siswi sekolah tersebut.


Viral Pelecehan Seksual di SMP Negeri Kota Bekasi, Polda Metro Jaya Turun Tangan

2 Agustus 2022

Viral Pelecehan Seksual di SMP Negeri Kota Bekasi, Polda Metro Jaya Turun Tangan

Polres Metro Kota Bekasi telah melakukan penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual di SMP Negeri Kota Bekasi.


Kak Seto Jenguk Anak yang Dirantai Orang Tuanya di Bekasi

23 Juli 2022

Kak Seto Jenguk Anak yang Dirantai Orang Tuanya di Bekasi

Seto Mulyadi alias Kak Seto mengapresiasi masyarakat yang berani memviralkan kasus anak dirantai orang tuanya di Bekasi