Budi Waseso Samakan Bandar Narkoba dengan Pembunuh Massal  

Reporter

Editor

Suseno TNR

Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso hadiri gelar perkara kasus Narkotika Jenis Sabu dan Ekstasi Jaringan Internasional di Polda Metro Jaya, Jakarta, 9 September 2015. Barang bukti 115 kg sabu dan 5450 butir ekstasi yang ditahan senilai Rp174.500.000. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso menyebut bandar narkoba sebagai pembunuh massal dan terencana. Karena itu dia berpendapat bandar narkoba tidak layak mendapat pengampunan. "Harus ada tindakan tegas untuk menghentikan perusak penerus bangsa ini," kata Budi di kantornya, Cawang, Jakarta Timur, Jumat, 6 November 2015.

Menurut Budi dalam banyak kasus yang ditangani BNN, warga negara asing yang menjadi bandar narkotika, hampir tidak ada yang menjadi pencandu. Sementara bandar dari Indonesia justru sebaliknya. "Karena mereka memang dimanfaatkan oleh bandar-bandar dari luar," kata Budi. Tidak jarang bandar dari Indonesia sengaja dibuat menjadi pecandu agar lebih mudah dikendalikan bandar dari luar tersebut.

Budi mengatakan status Indonesia saat ini darurat narkoba. "Kita semua harus perang melawan narkoba," kata dia. BNN membutuhkan bantuan dari seluruh lapisan masyarakat untuk menurunkan status darurat narkoba.

Budi sudah berbicara dengan Presiden Joko Widodo terkait dengan status tersebut. Ia juga meminta kepolisian dan TNI untuk turut membuat program pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Hari ini, BNN bekerja sama dengan Keluarga Besar Putra Putri Polri dan Yayasan Anak Bangsa Indonesia. Kedua lembaga masyarakat tersebut berkomitmen untuk melaksanakan upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba di Indonesia.  "Ini merupakan sinergi BNN dan elemen masyarakat dengan target Indonesia bebas dari penyalahgunaan narkoba," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Keluarga Besar Putra Putri Polri Bimo Suryono.

VINDRY FLORENTIN






Mahasiswa di Sumedang DItangkap, Diduga Selundupkan Ganja dengan Bungkus Kopi

19 jam lalu

Mahasiswa di Sumedang DItangkap, Diduga Selundupkan Ganja dengan Bungkus Kopi

Seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Sumedang ditangkap karena diduga menyelundupkan ganja dari Aceh untuk diedarkan


Budi Waseso: Masyarakat Jangan Khawatir, Bulog Jaga Harga Beras

22 jam lalu

Budi Waseso: Masyarakat Jangan Khawatir, Bulog Jaga Harga Beras

Perum Bulog melakukan pemantauan terus menerus. Terjadi sedikit kenaikan harga imbas pengurangan subsidi BBM.


Operasi Pasar Bulog Sepanjang Tahun Tembus 650 Ribu Ton

22 jam lalu

Operasi Pasar Bulog Sepanjang Tahun Tembus 650 Ribu Ton

Kegiatan Operasi Pasar atau Program KPSH yang dilakukan sepanjang tahun oleh Bulog terbukti efektif menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.


Budi Waseso: MRMP Bantu Petani Olah Beras

1 hari lalu

Budi Waseso: MRMP Bantu Petani Olah Beras

MRMP siap beroperasi pada Oktober 2022 dan digunakan untuk pengolahan perberasan di Perum Bulog.


10 Tewas dalam Penembakan di Bar Meksiko, Perang antar-Geng Narkoba?

1 hari lalu

10 Tewas dalam Penembakan di Bar Meksiko, Perang antar-Geng Narkoba?

Sekelompok orang bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan di sebuah bar di Meksiko tengah, menewaskan 10 orang pengunjung


Modus Baru Peredaran Narkoba, Manfaatkan Penyandang Disabilitas Pakai Tas Selempang

2 hari lalu

Modus Baru Peredaran Narkoba, Manfaatkan Penyandang Disabilitas Pakai Tas Selempang

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap tiga tersangka narkoba di Daan Mogot, Kota Tangerang, Banten.


Puan Apresiasi MRMP Milik Bulog Bantu Petani

3 hari lalu

Puan Apresiasi MRMP Milik Bulog Bantu Petani

MRMP dapat menyederhanakan alur proses pengolahan beras yang terpusat dalam fasilitas pengolahan gabah hasil panen berbasis teknologi modern.


1,8 Ton Kokain Disita di Nigeria, Akan Dikirim ke Eropa dan Asia

4 hari lalu

1,8 Ton Kokain Disita di Nigeria, Akan Dikirim ke Eropa dan Asia

Sebanyak 1,8 ton kokain disita dari sebuah gudang di Lagos, Nigeria, dengan nilai $278,5 juta atau Rp4,18 triliun


Remaja 17 Tahun di Cilegon Jualan Narkoba Online Lewat Instagram

5 hari lalu

Remaja 17 Tahun di Cilegon Jualan Narkoba Online Lewat Instagram

Remaja yang baru berusia 17 tahun ini berjualan narkoba secara online di Instagram. Menjajakan sabu, ganja dan tembakau gorila.


Polda Banten Gagalkan Pengiriman Ganja via Jasa Pengiriman, Karyawan Terlibat

5 hari lalu

Polda Banten Gagalkan Pengiriman Ganja via Jasa Pengiriman, Karyawan Terlibat

Para tersangka jaringan pengedar ganja ini dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman hingga pidana mati.