Jakarta Mesti Belajar Pengelolaan Sampah dari Kota Ini  

Reporter

Editor

Agung Sedayu

Petugas kebersihan menggunakan alat berat memindahkan sampah yang telah menumpuk di lokasi Tempat Pembuangan Sampah sementara di kawasan Kalibata, Jakarta, 4 November 2015. Penghadangan truk Dinas Kebersihan DKI Jakarta di Cileungsi, Bogor dilakukan oleh sekelompok massa. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

TEMPO.COJakarta - Kisruh berkepanjangan pengelolaan sampah di Jakarta tak bisa diselesaikan hanya dengan solusi jangka pendek. Jakarta bisa belajar mengelola sampah dari kota-kota ini:

1. Songdo, Korea Selatan
Kota pusat bisnis ini memiliki sistem pembuangan sampah yang disebut "Zona Ketiga Pengelolaan Sampah Otomatis". Semua sampah di Songdo diisap dalam pipa bawah tanah. Kemudian di bawah tanah, secara otomatis, sampah akan disortir sesuai jenis, didaur ulang, dikubur, atau dibakar untuk menghasilkan listrik.

Pipa bawah tanah ini terhubung dengan tempat sampah seluruh bangunan di Songdo. Mulai dari kantor, apartemen, dan tempat ibadah. Akibatnya, di jalanan kota tidak ada truk sampah yang lalu lalang atau tempat sampah di pinggir jalanan. Sistem pembuangan sampah semacam ini merupakan yang pertama di dunia. Hanya dibutuhkan tujuh pekerja untuk mengelola sampah dari 70 ribu penduduk Songdo.

2. Tokyo, Jepang
Di kota berpenduduk 37 juta jiwa ini, budaya mengelompokkan sampah sesuai jenisnya sangat mengakar. Secara prinsip, sampah dibagi dalam empat jenis, yaitu sampah bakar (combustible), sampah tidak bakar (non-combustible), sampah daur ulang (recycle), dan sampah ukuran besar. Bila sampah tidak dikelompokkan sesuai jenis, petugas tak akan mengangkut sampah. Bahkan, ada jadwal hari tertentu yang mengatur jenis sampah apa yang akan diambil petugas. Hal ini berlaku bagi rumah tangga, kantor, dan bangunan lain.

Seperti di Jakarta, Tokyo juga menghasilkan 6.000 ton sampah per hari. Namun, alih-alih bergantung pada tanah kosong untuk mengubur sampah, tempat pengolahan sampah di Tokyo terdapat di setiap distrik atau kecamatan dan dibuat layaknya pabrik modern.

Untuk sampah basah, misalnya, akan dibakar, dan ampasnya digunakan untuk menjadi cone block atau lapisan jalanan yang banyak digunakan di trotoar kota. Energi hasil pembakaran digunakan menjadi listrik, dan air dari sampah basah bakal disaring terlebih dahulu hingga benar-benar bersih sebelum dialirkan ke sungai.

3. Swedia
Di negara ini, sampah menjadi energi listrik yang menyalakan lampu rumah tangga. Peraturan mengenai daur ulang dan pengelompokan sampah juga sangat ketat. Bila penduduk melanggar, akan dikenai denda hingga US$ 350 atau sekitar Rp 4 juta.

Secara keseluruhan, sebanyak 9,5 juta penduduk Swedia menghasilkan 5.000 ton sampah per hari. Sampah basah dan yang tidak bisa didaur ulang dibakar dalam insinerator. Hanya empat persen sampah saja yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir. Hasilnya, 20 persen listrik rumah tangga di Swedia berasal dari sampah.

Bayangkan, Swedia memiliki 242 pembangkit listrik tenaga biogas yang menghasilkan 1.589 GWh (giga Watt per hours) setiap tahunnya. Karena ketergantungan terhadap energi listrik dari sampah, negara ini bahkan mengimpor sampah dari negara-negara Eropa lain.

INDRI MAULIDAR | THE ATLANTIC | IB TIMES | DNA INDIA






Wagub Riza Patria Sebut Pergub Penggusuran Bakal Dicabut Sebelum 16 Oktober

2 hari lalu

Wagub Riza Patria Sebut Pergub Penggusuran Bakal Dicabut Sebelum 16 Oktober

Warga kembali berunjuk rasa di depan Balai Kota menagih janji Anies Baswedan yang mau mencabut Pergub Penggusuran


Warga Kembali Gelar Aksi Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran

2 hari lalu

Warga Kembali Gelar Aksi Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berjanji bakal mencabut Pergub Nomor 207 Tahun 2016 alias Pergub Penggusuran


Anies Bicara Keadilan, Sindir Kebijakan Ahok Batasi Pemotor di Sudirman-Thamrin

5 hari lalu

Anies Bicara Keadilan, Sindir Kebijakan Ahok Batasi Pemotor di Sudirman-Thamrin

Gubernur DKI Anies Baswedan menilai membatasi pengendara motor lewat Jalan Sudirman-Thamrin tidak adil


Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

7 hari lalu

Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

Pantai Maju Jakarta di pulau reklamasi Ahok yang diubah Anies, prostitusi yang dilarang di Jakarta , dan kenangan BJ Habibie masuk Top 3 Metro.


Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

8 hari lalu

Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

DKI Jakarta mengoperasikan kawasan Jalan Sehat dan Sepeda Santai (Jalasena) Pantai Maju Jakarta untuk bermain layang-layang.


Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

8 hari lalu

Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

NSN mengungkapkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semakin melorot yang mencapai 30,3 persen.


Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

11 hari lalu

Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

Anies Baswedan memasukkan kampung kota dalam regulasi baru. Menurut dia, tidak ada terminologi kampung dalam aturan lama tata ruang tahun 2014.


Pengelolaan Sampah ITF Sunter Hasilkan Listrik 35 MW, Kurangi 30 Persen Sampah Jakarta

13 hari lalu

Pengelolaan Sampah ITF Sunter Hasilkan Listrik 35 MW, Kurangi 30 Persen Sampah Jakarta

Jakpro menyebutkan proyek Fasilitas Pengelolaan Sampah atau ITF Sunter di Jakarta Utara mampu menghasilkan energi listrik sekitar 35 MW.


Jumpa AHY, Surya Paloh, Jusuf Kalla, dan Ahmad Syaikhu, Anies Baswedan: Ngobrol Ngalor-ngidul

14 hari lalu

Jumpa AHY, Surya Paloh, Jusuf Kalla, dan Ahmad Syaikhu, Anies Baswedan: Ngobrol Ngalor-ngidul

Anies Baswedan membahas beragam isu termasuk soal politik saat bertemu tiga ketua umum partai politik.


Anies Baswedan Sebut Tak Sengaja Jumpa Ahok, Tanya Kabar Keluarga dan Cerita Lain

14 hari lalu

Anies Baswedan Sebut Tak Sengaja Jumpa Ahok, Tanya Kabar Keluarga dan Cerita Lain

Anies Baswedan menyebut tak sengaja bertemu dengan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di hotel yang sama.