Saatnya Jakarta Mandiri Kelola Sampah, Ini Solusinya  

Reporter

Sejumlah petugas kebersihan menunggu dilakukan bongkar muat sampah yang tertahan akibat masalah pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Modern di Matraman, Jakarta, 6 November 2015. TEMPO/Subekti

TEMPO.COJakarta - Ribuan ton sampah kian bertambah tiap hari, dan tak bisa menunggu kisruh antara Pemerintahan DKI Jakarta dan PT Godang Jaya. Permasalahan sampah Jakarta yang bersengkarut itu cukup membuat ribut pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan banyak kalangan.

Bisakah sebenarnya Jakarta menyelesaikan sampahnya sendiri tanpa perlu membuat repot tetangga sekitarnya? Menurut Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi, seharusnya Jakarta sudah mulai memikirkan cara mandiri menuntaskan sampahnya. Sudah seharusnya Ibu Kota tak mencari lahan pembuangan akhir pengganti Bantargebang. (Lihat video FMI: Nyawa Jadi Taruhan untuk Lengserkan AhokPerjalanan Kisruh Sampah Bantar GebangTruk Sampah DKI Dihadang Massa, Polda Metro Bantu Ahok)

"Warga Jakarta harus diajarkan mereduksi pemakaian sampah, terutama sampah plastik," kata Tulus Abadi saat berkunjung ke kantor Tempo, Jumat, 6 November 2015.

Baca juga:
Ditawari Pak Haji Lahan buat Sampah, Kenapa Ahok Menolak? 
Ribut Sampah, Ahok Balik Gertak Yusril: Ngotot, Kami Ladeni! 

Solusi sederhana yang dilakukan misalnya, membawa kantong belanja sendiri saat berbelanja di supermarket. Bila tidak, konsumen harus membayar kantong kresek. Ini sudah diterapkan di berbagai negara maju seperti di Moskow, Rusia. "Supermarket harus satu suara soal menetapkan harga kantong kresek agar konsumen 'dipaksa' mengurangi sampah," ujarnya.

Agar efektif betul, DKI Jakarta sebaiknya mengeluarkan peraturan daerah yang mengatur pengurangan penggunaan sampah. Sama seperti Perda yang mengatur kawasan dilarang merokok. Menurut Tulus, sampah dan rokok sama berbahayanya bagi keberlangsungan hidup manusia.

Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menawarkan solusi lain. Pemerintahan Ahok harus melibatkan warga Jakarta untuk mengelola sampah mereka sendiri. 

"Pengelolaan sampah itu tidak bisa top down. Harus dimulai dari yang kecil. Misalnya bisa diberikan ke tingkat kelurahan atau RT dan RW. Saya yakin mereka mampu." kata Nirwono Joga.

Lalu beri anggaran sama besar tiap kelurahan. "Pemprov bikin lomba kebersihan. Siapa yang paling bisa menjaga kebersihan lingkungannya dalam satu waktu, berikan penghargaan," ujar Nirwono.

INDRI MAULIDAR






Pengelolaan Sampah ITF Sunter Hasilkan Listrik 35 MW, Kurangi 30 Persen Sampah Jakarta

7 hari lalu

Pengelolaan Sampah ITF Sunter Hasilkan Listrik 35 MW, Kurangi 30 Persen Sampah Jakarta

Jakpro menyebutkan proyek Fasilitas Pengelolaan Sampah atau ITF Sunter di Jakarta Utara mampu menghasilkan energi listrik sekitar 35 MW.


Anies Baswedan Senang Warga Ikut Pekan Sadar Sampah, Ada Dasawisma, PKK, dan Karang Taruna

25 Juni 2022

Anies Baswedan Senang Warga Ikut Pekan Sadar Sampah, Ada Dasawisma, PKK, dan Karang Taruna

Anies Baswedan mengungkap rasa senangnya melihat warga antusias mengikuti Pekan Gerakan Jakarta Sadar Sampah 2022 yang berlangsung 20-25 Juni 2022.


Libur Lebaran, 2.500 Petugas Kebersihan Disiagakan Pemprov DKI Jakarta

27 April 2022

Libur Lebaran, 2.500 Petugas Kebersihan Disiagakan Pemprov DKI Jakarta

Selama libur Lebaran, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang juga akan tetap beroperasi.


Wagub: Sampah di DKI Jakarta 7.800 Ton per Hari

13 Maret 2022

Wagub: Sampah di DKI Jakarta 7.800 Ton per Hari

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berharap pembangunan tempat pengolahan sampah berskala besar (ITF) cepat rampung


Seribu Personel UPK Disiapkan untuk Tangani Sampah di Aliran Sungai Jakbar

27 November 2021

Seribu Personel UPK Disiapkan untuk Tangani Sampah di Aliran Sungai Jakbar

Pemprov DKI menerjunkan seribu personel Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Badan Air guna menangani tumpukan sampah di aliran kali di Jakarta Barat


DKI Minta Pemerintah Pusat Kucurkan Biaya Proyek ITF Sunter Rp 4 Triliun

19 Oktober 2021

DKI Minta Pemerintah Pusat Kucurkan Biaya Proyek ITF Sunter Rp 4 Triliun

ITF Sunter sanggup mengolah sampah 2.200 ton per hari atau memangkas 30 persen sampah Jakarta yang dikirim ke TPST Bantargebang.


Sarana Jaya Siapkan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengelolaan Sampah Jakarta

16 Oktober 2021

Sarana Jaya Siapkan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengelolaan Sampah Jakarta

BUMD Sarana Jaya akan menggunakan teknologi ramah lingkungan di dua Fasilitas Pengolahan Sampah Antara untuk pengelolaan sampah di Jakarta.


Jumlah Sampah Jakarta ke TPST Bantargebang Naik Terus Tiap Tahun, Ini Detailnya

20 Maret 2021

Jumlah Sampah Jakarta ke TPST Bantargebang Naik Terus Tiap Tahun, Ini Detailnya

Jumlah sampah di Jakarta yang dikirim ke TPST Bantargebang, Bekasi per hari dari tahun ke tahun trennya terus naik cukup signifikan.


Program Sampah Jakarta Recycle Center Terkendala, DKI: Warga Kurang Aktif

16 Oktober 2020

Program Sampah Jakarta Recycle Center Terkendala, DKI: Warga Kurang Aktif

Program pengelolaan sampah Jakarta Recycle Center (JRC) untuk memilah sampah plastik, sisa makanan hingga kaca dan limbah B3 mengalami hambatan.


Selain ITF Sunter, Sampah Jakarta Bakal Ditampung 3 ITF Lain

20 Februari 2020

Selain ITF Sunter, Sampah Jakarta Bakal Ditampung 3 ITF Lain

Setelah membangun ITF Sunter, PT Jakarta Propertindo hendak membangun 3 ITF lain di Jakarta Barat dan Jakarta Timur untuk tampung sampah Jakarta.