Spanduk 'Satu Kelurahan Satu Gereja', Ini Kata Dimas-Babai  

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Spanduk "Satu Kelurahan Satu Gereja" yang diunggah di Twitter, menjelang Pilkada Depok. Twitter.com

TEMPO.COJakarta - Suhu politik satu bulan menjelang pemungutan suara pemilihan kepala daerah mulai memanas di Depok. Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi, mengaku mendapat serangan kampanye hitam melalui pemasangan spanduk bernada suku, agama, dan ras antar-golongan.

Petugas penghubung pasangan Dimas-Babai, Rudy Setiawan, mengatakan timnya menemukan tiga lokasi pemasangan spanduk yang mengajak warga menyukseskan program satu kelurahan satu gereja. Padahal pasangan Dimas-Babai tidak pernah mempunyai program seperti yang dimuat dalam spanduk tersebut.

"Yang kami temukan, spanduk terpasang di Sawangan, Limo, dan Kampung Lio, Citayam. Semuanya sudah dilepas," ujar Rudi. Tim Dimas-Babai sudah mengetahui siapa yang memasang atribut kampanye itu. Menurut Rudi, atribut tersebut sangat merugikan karena sudah menyangkut isu SARA.

Saat ini timnya telah menggelar rapat mengenai tindakan yang bakal dilakukan kepada pemasang, pembuat, dan orang yang meng-upload foto-foto spanduk tersebut ke media sosial. Sebabnya, selain dipasang di sejumlah wilayah, spanduk berisikan informasi fitnah tersebut banyak tersebar di media sosial.

Rudi menduga pemasangan spanduk ini sudah menjadi ajang kampanye hitam pasangan lawan Dimas-Babai. "Yang pasti yang memasang tim sukses dan simpatisan tim sebelah," ucapnya. Ia mengatakan sejauh ini pasangan Dimas Babai sangat mendukung pluralitas dan kerukunan umat beragama.

Menurut dia, pemasangan spanduk fitnah tersebut bisa menimbulkan konflik di tengah kampanye yang sedang berlangsung saat ini. "Soalnya, kami lihat spanduk tersebut provokatif. Sebab, sengaja diletakkan di lokasi yang mayoritas warga dengan kultur Islam di wilayahnya kuat," tutur Rudi.

Adapun calon wakil wali kota, Pradi Supriatna, membantah pihaknya yang memasang spanduk tersebut. Dia mengatakan spanduk itu dipasang untuk merusak suasana demokrasi yang sudah berjalan baik di Depok. Bahkan saat ini kesadaran di antara umat beragama cukup tinggi di Depok.

Jadi, menurut Pradi, spanduk tersebut dipasang memang bertujuan untuk merusak pemilihan kepala daerah di Depok. "Kami pastikan tidak ada tim sukses pasangan Idris-Pradi yang memasang spanduk tersebut. Bahkan kami akan ikut mencari siapa yang memasang spanduk itu," katanya.

IMAM HAMDI






Bukan Kemendagri Tapi Ridwan Kamil yang Tolak Perda Kota Religius Depok

2 jam lalu

Bukan Kemendagri Tapi Ridwan Kamil yang Tolak Perda Kota Religius Depok

Kemendagri menyatakan penolakan Perda Kota Religius di Kota Depok dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.


Perda Kota Religius Depok Ditolak Kemendagri, Fraksi PDIP: Jadi Mubazir

10 jam lalu

Perda Kota Religius Depok Ditolak Kemendagri, Fraksi PDIP: Jadi Mubazir

Fraksi PDIP sebut penolakan Perda Kota Religius itu sentilan keras terhadap Pemerintah Kota Depok agar tidak terlalu memaksakan kehendak.


Perda Kota Religius Depok Ditolak, Wali Kota: Kami Tidak Mengatur Jilbab dan Salat

11 jam lalu

Perda Kota Religius Depok Ditolak, Wali Kota: Kami Tidak Mengatur Jilbab dan Salat

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan tidak gentar untuk tetap melanjutkan pengesahan Perda Kota Religius.


Rancangan Perda Kota Religius Depok Ditolak Kemendagri, Wakil Wali Kota Ingin Tahu Alasannya

1 hari lalu

Rancangan Perda Kota Religius Depok Ditolak Kemendagri, Wakil Wali Kota Ingin Tahu Alasannya

Kemendagri tidak mengabulkan Rancangan Perda Kota Religius Depok dan wakil wali kota ingin tahu alasannya.


Wali Kota Depok Minta Warganya Kibarkan Bendera dan Dengarkan Pidato Nadiem Makarim Hari Ini

3 hari lalu

Wali Kota Depok Minta Warganya Kibarkan Bendera dan Dengarkan Pidato Nadiem Makarim Hari Ini

Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta warga dan juga para ASN untuk mengibarkan bendera setengah tiang kemarin. Mendengarkan pidato Nadiem Makarim.


Polisi Tetapkan Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Sebagai Tersangka

5 hari lalu

Polisi Tetapkan Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Sebagai Tersangka

Polres Metro Depok menetapkan pelaku pelecehan seksual di KRL sebagai tersangka. Terancam hukuman penjara lebih dari lima tahun.


Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

5 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

6 hari lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Korupsi Potong Upah Tenaga Honorer Damkar Depok Masuk Meja Hijau, Ada Sidang Besok

6 hari lalu

Korupsi Potong Upah Tenaga Honorer Damkar Depok Masuk Meja Hijau, Ada Sidang Besok

Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada tubuh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok sudah berjalan di meja hijau.


Diinjak Lehernya Saat Dihukum Push Up, Sopir Truk Akhirnya Berdamai dengan Wakil Ketua DPRD Depok

7 hari lalu

Diinjak Lehernya Saat Dihukum Push Up, Sopir Truk Akhirnya Berdamai dengan Wakil Ketua DPRD Depok

Sopir truk Ahmad Misbah akhirnya berdamai dengan Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri. Polisi menyatakan kasus ini telah selesai.