Belitan Masalah Transjakarta, Ada Suara Ngak Ngik Ngok

Reporter

Sejumlah pengendara memasuki jalur bus TransJakarta di tengah kemacetan lalu lintas yang terjadi di kawasan Manggarai Jakarta, 21 Oktober 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

TEMPO.COJakarta - Muhammad Fajar sudah terbiasa dengan suara berisik di dalam bus Transjakarta koridor enam jurusan Dukuh Atas-Ragunan yang ia tumpangi setiap hari.

Seperti yang terjadi Selasa siang, 10 November 2015. Suara gaduh mengiringinya sampai ke halte tujuannya di Kementerian Pertanian. Suara itu berasal dari engsel pintu yang longgar sehingga menimbulkan decitan ketika bus berjalan. Beberapa bagian bus juga berbunyi ‘ngak ngik ngok’ karena rusak. “Bunyi sana sini,” kata pegawai swasta itu, Selasa kemarin.

Selain gaduh, kondisi bus yang ditumpangi pria berusia 22 tahun ini juga banyak yang rusak. Lantai dan langit-langit bus banyak yang mengelupas, tiang pembatas untuk area wanita copot, tali pegangan banyak yang hilang, serta karatan di mana-mana. “Ada yang lebih parah dari bus ini,” ujarnya.

BACA JUGA:
Hijaber Cantik UNJ Tewas, Ini Alasan Delea ke Bandung
Gadis Payung nan Cantik Itu Jadi Kekasih Rossi, Ini Kisahnya

Beberapa operator Transjakarta juga mengakui bus-bus yang mereka operasikan sudah rusak. “Busnya sudah tua dan memang sudah tak layak,” kata Direktur PT Jakarta Mega Trans, Maringan Aruan. Jakarta Mega Trans merupakan operator bus Transjakarta di koridor empat, lima, dan tujuh.

Karenanya, ia mendukung rencana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang mau membeli seribu bus baru menggantikan bus-bus lama yang sudah rusak. Rencana itu bakal direalisasikan Basuki akhir tahun ini dengan membeli sekitar 370 unit bus. “Kami dapat kuota beli 128 unit,” ujar Maringan.

Ia mendapat perintah membeli mobil sebanyak itu dari PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sekitar dua bulan lalu. Namun, hingga sekarang Jakarta Mega belum bisa membeli karena Transjakarta belum menginformasikan mengenai spesifikasi kendaraannya. “Misalnya, busnya pakai solar atau gas,” ucap dia.

Prasetyo Budi, Juru Bicara Transjakarta mengatakan belum bisa menjawab soal keluhan Jakarta Mega ihwal belum keluarnya spesifikasi kendaraan. “Saya coba cek dulu,” ucap dia.

Sudah lebih satu dekade—sejak resmi beroperasi Januari 2004—persoalan Transjakarta masih serupa, yakni bus rusak, jumlah bus kurang, lama waktu tunggu, jalur tak steril, dan lainnya. "Ini persoalan laten," kata Direktur Institute for Transportation and Development Policy, Yoga Adiwinarno.

Ihwal armada yang minim, misalnya. Menurut dia, jumlah armada Transjakarta berbeda jauh apabila dibandingkan dengan kota lain yang menggunakan angkutan yang sama seperti di Bogota, Kolombia. Di sana jumlahnya sekitar 2.000 bus. Sementara itu, Transjakarta saat ini hanya memiliki bus sebanyak 619 unit, dan yang beroperasi cuma 468 unit.

Karenanya, ia meminta kepada pemerintah Jakarta untuk terus menambah jumlah armada dan tak puas dengan angka 370 unit. Ia mengatakan seharusnya jumlah bus Transjakarta yang beroperasi di 12 koridor sebanyak 1.500 unit. Dengan begitu, target satu juta penumpang per hari bisa tercapai.

Menurut Yoga, apabila jumlah bus bertambah, lama waktu tunggu bisa dipersingkat. Contohnya di kota Guangzhou, Cina. Di sana setiap 10 detik bus datang atau sekitar 350 bus per jam dalam satu arah. “Jangan sampe puluhan menit kita nunggu bus,” ucap Yoga.

Efek domino semakin banyaknya bus yakni lalu lintas di jalur Transjakarta meningkat. Karena itu, Yoga meminta agar pemerintah menambah lajur searah Transjakarta dari satu menjadi dua, seperti di Bogota. “Satu lajur buat menyusul,” ucap dia. Ia paham betul jika ide tersebut bakal mendapat protes keras dari masyarakat yang menggunakan mobil pribadi.

Meskipun begitu, menurut dia, jika pemerintah mengutamakan angkutan umum, penambahan lajur tak masalah. Selain itu, Transjakarta terbukti mampu mengangkut penumpang lebih banyak dibanding kendaraan pribadi, sekitar 350 ribu orang per hari. “Kendaraan pribadi ngangkut berapa orang?”

Persoalan Transjakarta lainnya, kata Yoga, yakni jalur yang tak steril. Pada jam-jam sibuk, seperti masuk dan pulang kerja, kendaraan pribadi keluar masuk jalur Transjakarta.

Bahkan ia menemukan polisi yang seharusnya melarang malah membiarkannya. Karena itu, ia meminta agar polisi serius menindak kendaraan pribadi yang masuk jalur Transjakarta.

Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi Darmaningtyas mengatakan, persoalan utama Transjakarta adalah manajemen yang buruk. Menurut dia, lama waktu tunggu bisa diselesaikan tanpa harus menunggu armada bertambah.

Jika manajemennya cerdas, kata dia, cukup menempatkan satu bus di setiap halte yang jumlahnya sebanyak 247 halte pada jam-jam sibuk. “Semua penumpang bisa terangkut pada waktu bersamaan,” ucapnya. Karenanya, ia meminta agar pemerintah merombak jajaran direksi Transjakarta.

Juru Bicara Transjakarta Prasetyo Budi akan mengkaji dahulu ide Dharmaningtyas ini. Namun, untuk usulan Yoga soal penambahan lajur, menurut dia, tak logis. Karena jalan-jalan di Ibu Kota relatif sempit. “Kalau setiap halte ada jalur menyusul masih mungkin,” katanya.

Muhammad Fajar pun sepakat dengan Transjakarta ihwal penolakan penambahan lajur. “Jalanan akan semakin macet,” ujarnya.

ERWAN HERMAWAM






Antrean Panjang di Halte Transjakarta karena Tak Bisa Tap-In , Jaklingko Angkat Bicara

5 jam lalu

Antrean Panjang di Halte Transjakarta karena Tak Bisa Tap-In , Jaklingko Angkat Bicara

Penumpang yang tidak bisa tap in di Halte Transjakarta pada pagi tadi diduga kemarin belum tap out sehingga kartu terblokir.


Wagub Riza Patria Bakal Panggil Manajemen Transjakarta soal Halte Bundaran HI

7 jam lalu

Wagub Riza Patria Bakal Panggil Manajemen Transjakarta soal Halte Bundaran HI

Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI yang dinilai mengganggu cagar budaya Patung Selamat Datang.


5 Tahun Anies Baswedan Jadi DKI 1, Seperti Apa Pengembangan Transportasi Umum di Jakarta?

8 jam lalu

5 Tahun Anies Baswedan Jadi DKI 1, Seperti Apa Pengembangan Transportasi Umum di Jakarta?

Anies Baswedan segera mengakhiri jabatannya sebagai Gubernur DKI. Apa saja pengembangan transportasi umum yang sudah berjalan di DKI?


Dishub DKI Punya Push and Pull Strategy untuk Kendalikan Lalu Lintas, Apa Itu?

9 jam lalu

Dishub DKI Punya Push and Pull Strategy untuk Kendalikan Lalu Lintas, Apa Itu?

Kebijakan push dan pull strategy ini akan diatur dalam rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PL2SE)


Halangi Patung Selamat Datang, PDIP Minta Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI Dievaluasi

1 hari lalu

Halangi Patung Selamat Datang, PDIP Minta Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI Dievaluasi

Pembangunan Halte Transjakarta yang menghalangi pandangan ke Patung Selamat Datang seperti kebalikan dari sikap Gubernur Anies Baswedan pada 2018.


DPRD Bakal Panggil PT Transjakarta soal Polemik Revitalisasi Halte di Bundaran HI

1 hari lalu

DPRD Bakal Panggil PT Transjakarta soal Polemik Revitalisasi Halte di Bundaran HI

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi mengatakan bakal memanggil PT Transjakarta dan SKPD terkait ihwal revitalisasi Halte Bundaran HI


Transjakarta Gandeng Kodam Jaya untuk Melatih Kedisiplinan Karyawan

3 hari lalu

Transjakarta Gandeng Kodam Jaya untuk Melatih Kedisiplinan Karyawan

Transjakarta menggandeng Kodam Jaya untuk memberikan pelatihan dan pendidikan kepada staf dan karyawan.


Revitalisasi Halte Bundaran HI, Transjakarta Tak Minta Rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya

3 hari lalu

Revitalisasi Halte Bundaran HI, Transjakarta Tak Minta Rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya

Transjakarta tidak meminta rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya saat merevitalisasi Halte Bundaran HI. Dinas Kebudayaan DKI tak mempersoalkan.


Dulu JPO Dirobohkan Demi Patung Selamat Datang, Sekarang Dihalangi Halte Transjakarta

4 hari lalu

Dulu JPO Dirobohkan Demi Patung Selamat Datang, Sekarang Dihalangi Halte Transjakarta

Gubernur Anies Baswedan dulu merobohkan JPO di Bundaran HI karena dinilai menghalangi pemandangan ke arah Patung Selamat Datang.


Polemik Halte Transjakarta Bundaran HI, DKI Klaim Sudah Ada Kajian soal Cagar Budaya

4 hari lalu

Polemik Halte Transjakarta Bundaran HI, DKI Klaim Sudah Ada Kajian soal Cagar Budaya

Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI dinilai mengganggu cagar budaya kawasan Bundaran HI dan Patung Selamat Datang