Mirip Asli, Uang Palsu Depok Hanya Bisa Dideteksi Mesin Bank  

Reporter

Ilustrasi pungli. ANTARA/Agus Bebeng

TEMPO.CO, Depok - Sindikat pembuat uang palsu ditangkap polisi di RT 5 RW 3 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Depok. Polisi mencurigai pembuatan duit palsu ini untuk memanfaatkan momen pemilihan kepala daerah serentak pada Desember mendatang. Doni S. Setiawan, 32 tahun, membuat uang palsu di Pekalongan, Jawa Tengah, dan menjualnya kepada Ahmad, 45 tahun, yang menjadi pengedar uang palsu.

Kepala Polresta Depok Komisaris Besar Dwiyono mengatakan penangkapan kedua tersangka didasari laporan dari masyarakat yang mendapati uang palsu beredar di Depok. Pengedar melakukan transaksi uang palsu ini di wilayah TB. Simatupang, Jakarta Selatan. "Duit ini diedarkan di Depok, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur," katanya.

Polisi menyita uang palsu sebesar Rp 20 juta dengan pecahan Rp 50 ribu berikut alat pencetak dan kertas uang palsu. "Modal membuat uang palsu ini hanya Rp 15 ribu untuk beli alat dan kertanya," ujarnya. (Baca: Polisi Tangkap Sindikat Uang Palsu di Depok)

Dwiyono menjelaskan, membedakan uang palsu ini sangat sulit. Soalnya, uang yang dibuat mereka sangat mirip dengan yang asli. Bahkan, bila dilihat dengan sinar pun, uang palsu ini masih tampak seperti asli karena mempunyai hologram dan pita pengaman.

Uang palsu ini hanya bisa dibedakan dengan menggunakan alat penghitung yang biasa digunakan bank. Soalnya, alat penghitung uang di bank memiliki pendeteksi magnet yang ada di uang asli. Selain itu, yang membedakan, seri di uang palsu sama semua. "Kalau dengan cara biasa, sulit untuk membedakan," ujarnya.

Dari keterangan tersangka, kata dia, uang palsu ini sudah beredar sebanyak Rp 90 juta selama empat bulan. Dari tangan tersangka juga masih ada kertas pembuatan uang palsu, yang bisa menghasilkan Rp 300 juta. "Untungnya dua kali lipat penjualan uang palsu ini," ucapnya.

Tersangka Doni  mengaku terdesak membuat uang palsu lantaran terbelit utang. Gajinya sebagai tukang servis telepon seluler tidak cukup untuk mengembalikan utang-utangnya kepada Bank Mega. "Sudah berbunga besar dan tidak bisa saya bayar," ucapnya.

Doni mengaku telah empat kali melakukan transaksi uang palsu kepada Ahmad dengan nominal pertama Rp 30 juta, kedua Rp 15 juta, ketiga Rp 20 juta, dan keempat Rp 20 juta. Setiap kali mencetak, dia menghasilkan Rp 20-30 juta uang palsu. Untuk menghasilkan Rp 30 juta, dia hanya membutuhkan modal Rp 5 juta. "Sistemnya, duit ini dijual setengah dari uang palsu," ujar pria tamatan SMP ini.

Doni menuturkan hanya membutuhkan modal Rp 15 juta untuk memproduksi duit palsu ini. Untuk membuat uang palsu, dia dibantu seniornya yang bernama Boy. "Boy yang menjadi otak dan membuat pelat duit palsu. Saya hanya IT-nya," tuturnya.

IMAM HAMDI






Orang Tua Siswa SDN Pondokcina 1 Menolak Direlokasi di Dua Sekolah Terpisah, Pemkot Depok Jalan Terus

16 jam lalu

Orang Tua Siswa SDN Pondokcina 1 Menolak Direlokasi di Dua Sekolah Terpisah, Pemkot Depok Jalan Terus

Orang tua siswa SDN Pondokcina 1 Depok setuju direlokasi asal tidak dipisah di dua sekolah yang berbeda. Tenggat pengosongan 9 Desember 2022.


Revitalisasi Trotoar Jalan Margonda, Pemkot Depok Anggarkan Rp23,5 Miliar

1 hari lalu

Revitalisasi Trotoar Jalan Margonda, Pemkot Depok Anggarkan Rp23,5 Miliar

Revitalisasi trotoar di Jalan Margonda, Depok, merupakan penataan lanjutan segmen I dan penataan segmen III


Pemkot Depok Anggarkan Rp50 Miliar untuk Perbaikan Rumah Warga Tahun 2023

1 hari lalu

Pemkot Depok Anggarkan Rp50 Miliar untuk Perbaikan Rumah Warga Tahun 2023

Pemerintah Kota Depok menganggarkan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 2.211 unit pada tahun 2023 mendatang atau senilai kurang lebih Rp 50,8 miliar.


Calon Lembaga Pemberdayaan Masyarakat di Depok Marah karena Kalah, Ini Pengakuannya

3 hari lalu

Calon Lembaga Pemberdayaan Masyarakat di Depok Marah karena Kalah, Ini Pengakuannya

Calon gagal pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bedahan, Kota Depok, akui sebar uang tunai Rp 22 juta


Cerita Relawan SDN Pondokcina 1, Pemerintah Kota Depok Ancam Usir Murid, Orang Tua & Guru

3 hari lalu

Cerita Relawan SDN Pondokcina 1, Pemerintah Kota Depok Ancam Usir Murid, Orang Tua & Guru

Pemerintah Kota Depok akan melakukan upaya paksa pemindahan SDN Pondokcina 1 pada tanggal 12 Desember 2022.


Kisruh SDN Pondokcina 1, PSI Depok Minta Ridwan Kamil Intervensi: Ini Darurat Pendidikan

6 hari lalu

Kisruh SDN Pondokcina 1, PSI Depok Minta Ridwan Kamil Intervensi: Ini Darurat Pendidikan

Kisruh relokasi SDN Pondokcina 1 masih belum selesai, Pemerintah Kota Depok masih tak bergeming dengan aksi penolakan orang tua dan bersikeras mengosongkan bangunan.


Peringatan Hari Guru di SDN Pondok Cina 1 Depok tanpa Kehadiran Guru

8 hari lalu

Peringatan Hari Guru di SDN Pondok Cina 1 Depok tanpa Kehadiran Guru

Selain upacara bendera setengah tiang, para murid SDN Pondok Cina 1 Depok juga membacakan puisi kerinduan untuk para guru.


Rekonstruksi Jalan Grand Depok City, Pemkot Anggarkan Rp15 Miliar

15 hari lalu

Rekonstruksi Jalan Grand Depok City, Pemkot Anggarkan Rp15 Miliar

Dinas PUPR Kota Depok melakukan rekonstruksi lanjutan Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC) sepanjang 1,8 kilometer


Warga Depok Masih Ada yang BAB Sembarangan, Wali Kota: Cari Pakai Drone

16 hari lalu

Warga Depok Masih Ada yang BAB Sembarangan, Wali Kota: Cari Pakai Drone

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengakui di wilayahnya masih ada warga yang buang air besar (BAB) menggunakan jamban yang kotorannya langsung terbuang ke kali.


Polemik SDN Pondokcina 1 Kota Depok, Orang Tua: Kami Tidak Menolak Masjid

16 hari lalu

Polemik SDN Pondokcina 1 Kota Depok, Orang Tua: Kami Tidak Menolak Masjid

Orang tua siswa SDN Pondokcina 1 Kota Depok, Ecy Tuasikal menyatakan tidak pernah menolak pembangunan masjid.