Busway Akan Dilengkapi Palang Pintu Otomatis

Reporter

Editor

Bagja

Seorang petugas pengamanan TransJakarta menutup palang pintu Busway di koridor VI jalan Buncit-Mampang Prapatan, Jakarta, untuk mencegah kendaraan lain melewati jalur tersebut (2/8). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - PT TransJakarta akan memasang sensor otomatis radio frequency indentification ‎(RFID) untuk mendeteksi bus-bus yang berhak melewati jalur khusus busway di sepanjang koridor  rute Ragunan-Dukuh Atas.

Menurut berita di Koran Tempo edisi 16 November 2015, dengan sensor ini hanya bus TransJakarta, Kopaja AC, dan bus TransJabodetabek yang bisa melewati jalur ini. Mobil pribadi, bus umum, sepeda motor tak akan bisa mengikuti bus karena palang pintu otomatis menutup jika bus sudah lewat. “Sensor membaca dalam jarak sepuluh meter,” kata Direktur Utama PT Transjakarta Antonius Kosasih.

Jarak sepuluh meter itu membuat palang pintu terbuka begitu bus-bus yang memiliki alat pendeteksi akan masuk jalur khusus ini. Palang pintu otomatis juga dilengkapi sensor "anti tail" sehingga kendaraan lain yang mengekor akan terjebak di belakangnya. “Mereka akan ditilang, kami akan teken kesepakatan dengan Polda Metro Jaya,” kata Kosasih.

Sensor baru diterapkan di koridor VI pada 2016. PT TransJakarta mengajukan anggaran Rp 60 miliar kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah untuk pengadaan sensor dan palang pembacanya. Sebelum sensor RFID dipasang, kata dia, Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan memasang movable concrete barrier (MCB) atau pemisah jalur Transjakarta sepanjang 18 kilometer.

Jika sensor ini efektif membersihkan jalur busway, Kosasih menjamin interval kedatangan bus ke halte kurang dari lima menit. Selama ini TransJakarta kerap terlambat karena terhalang kendaraan pribadi di jalur busway dan terjebak macet.

Kepala Dinas Bina Marga Yusmada Faizal mengatakan saat ini sedang ada pemasangan pembatas di sepanjang jalur Ragunan, Pejaten, Warung Buncit, Mampang hingga Dukuh Atas. “Tahun ini baru di koridor 6, selanjutnya koridor 9 dan semua koridor secara bertahap pada 2016,” kata Yusmada.

Dinas Bina Marga akan mengganti seluruh separator jalan yang pendek dan sebidang dengan jalur kendaraan pribadi. Menurut Yusmada, separator yang ideal seperti barir beton setinggi 60 sentimeter. Dengan begitu, kendaraan pribadi tak bisa melintasi atau memotong jalur TransJakarta.

Separator beton di koridor VI belum merata karena terputus di dekat halte Buncit Indah. Sementara di dekat tanjakan Jalan Warung Buncit separator berbentuk beton lengkap dengan besi bercat kuning. Sedangkan di Jalan Kuningan, pembatas hanya setinggi mata kaki. Di sepanjang jalur itu, terdapat beberapa palang pintu dengan rambu larangan lintas bagi kendaraan selain Transjakarta manual yang suda tak difungsikan.

Direktur Institute Transportation for Development Policy Yoga Adiwinarto mengatakan pemasangan separator dan sensor otomatis tak akan efektif jika polisi tak konsisten mensterilkan jalur tersebut. Soalnya, justru polisi yang kerap membuka pintu jika macet.

Ia berharap sistem tilang otomatis terus berjalan tanpa permisif. “Lebih baik investasi sistem dan penindakan tilang konsisten karena TransJakarta tetap harus didahulukan,” kata dia.

Kosasih memastikan palang pintu otomatis tak bisa dibuka paksa oleh polisi yang mengatur lalu lintas dan berniat mengurai kemacetan dengan memasukan kendaraan pribadi dan bus umum ke jalur itu.

PUTRI ADITYOWATI






Sistem Tap In di Halte Transjakarta Masih Bermasalah, Penumpang: Sekarang Anak Kecil Mesti Punya Kartu Juga

1 hari lalu

Sistem Tap In di Halte Transjakarta Masih Bermasalah, Penumpang: Sekarang Anak Kecil Mesti Punya Kartu Juga

Seorang penumpang bernama Komar menilai Transjakarta kurang sosialisasi peraturan baru itu kepada masyarakat.


Transjakarta Evaluasi Sistem Pembayaran yang Sebabkan Penumpang Antre Panjang

1 hari lalu

Transjakarta Evaluasi Sistem Pembayaran yang Sebabkan Penumpang Antre Panjang

TransJakarta mengevaluasi pengaktifan kembali sistem pembayaran melalui kartu yang menyebabkan penumpang mengantre di sejumlah halte.


Antrean Panjang di Halte Transjakarta karena Tak Bisa Tap-In , Jaklingko Angkat Bicara

3 hari lalu

Antrean Panjang di Halte Transjakarta karena Tak Bisa Tap-In , Jaklingko Angkat Bicara

Penumpang yang tidak bisa tap in di Halte Transjakarta pada pagi tadi diduga kemarin belum tap out sehingga kartu terblokir.


Wagub Riza Patria Bakal Panggil Manajemen Transjakarta soal Halte Bundaran HI

3 hari lalu

Wagub Riza Patria Bakal Panggil Manajemen Transjakarta soal Halte Bundaran HI

Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI yang dinilai mengganggu cagar budaya Patung Selamat Datang.


5 Tahun Anies Baswedan Jadi DKI 1, Seperti Apa Pengembangan Transportasi Umum di Jakarta?

3 hari lalu

5 Tahun Anies Baswedan Jadi DKI 1, Seperti Apa Pengembangan Transportasi Umum di Jakarta?

Anies Baswedan segera mengakhiri jabatannya sebagai Gubernur DKI. Apa saja pengembangan transportasi umum yang sudah berjalan di DKI?


Dishub DKI Punya Push and Pull Strategy untuk Kendalikan Lalu Lintas, Apa Itu?

3 hari lalu

Dishub DKI Punya Push and Pull Strategy untuk Kendalikan Lalu Lintas, Apa Itu?

Kebijakan push dan pull strategy ini akan diatur dalam rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PL2SE)


Halangi Patung Selamat Datang, PDIP Minta Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI Dievaluasi

4 hari lalu

Halangi Patung Selamat Datang, PDIP Minta Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI Dievaluasi

Pembangunan Halte Transjakarta yang menghalangi pandangan ke Patung Selamat Datang seperti kebalikan dari sikap Gubernur Anies Baswedan pada 2018.


DPRD Bakal Panggil PT Transjakarta soal Polemik Revitalisasi Halte di Bundaran HI

4 hari lalu

DPRD Bakal Panggil PT Transjakarta soal Polemik Revitalisasi Halte di Bundaran HI

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi mengatakan bakal memanggil PT Transjakarta dan SKPD terkait ihwal revitalisasi Halte Bundaran HI


Transjakarta Gandeng Kodam Jaya untuk Melatih Kedisiplinan Karyawan

6 hari lalu

Transjakarta Gandeng Kodam Jaya untuk Melatih Kedisiplinan Karyawan

Transjakarta menggandeng Kodam Jaya untuk memberikan pelatihan dan pendidikan kepada staf dan karyawan.


Revitalisasi Halte Bundaran HI, Transjakarta Tak Minta Rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya

6 hari lalu

Revitalisasi Halte Bundaran HI, Transjakarta Tak Minta Rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya

Transjakarta tidak meminta rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya saat merevitalisasi Halte Bundaran HI. Dinas Kebudayaan DKI tak mempersoalkan.