Geger Sampah: DPRD Bekasi Tetap Panggil Ahok Pekan Ini  

Reporter

Pemandanan udara Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, 5 November 2015. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Bekasi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi mengundang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama datang ke Bekasi dan mengklarifikasi berbagai masalah tentang pembuangan sampah Ibu Kota. Undangan kepada Ahok—begitu Basuki biasa disapa—ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Daerah.


"Posisi kami (Pemerintah Kota Bekasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta) setara," kata Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata, 15 November 2015. Dalam undangan itu, Ahok dijadwalkan bertemu dengan Dewan Kota Bekasi pada Rabu mendatang.


Baca  juga:
Drama Teror Paris: Allahu Akbar, Isi Pelor Lagi, Lalu Tembak-tembak!
Heboh Penjara Buaya Budi Waseso:1.000 Buaya Ada Syaratnya


Menurut Ariyanto, beberapa poin yang harus dijelaskan Ahok meliputi pemeliharaan jalan menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, penambahan sumur artesis di tiga kelurahan di sekitar TPST, penurapan tepi Kali Ciasem, dan layanan kesehatan cuma-cuma dua kali dalam setahun. "Pemerintah DKI juga belum memberikan bantuan kendaraan operasional untuk kecamatan dan kelurahan se-Kecamatan Bantargebang.”

Dia menambahkan, anggota Dewan Kota Bekasi juga akan membeberkan sejumlah masalah yang harus dievaluasi antara lain soal volume sampah yang masuk ke TPST Bantargebang. "Di perjanjian, jumlah sampah yang dikirim ke Bantargebang hanya sekitar 3.000 ton per hari, tapi kenyataannya mencapai 6.800 ton per hari," kata Ariyanto. Pemerintah DKI juga diharuskan memperbaiki sistem saluran air lindi yang kini sudah meluber dan mencemari Kali Ciasem.

Menanggapi permintaan itu, Wakil Kepala Dinas Kebersihan Jakarta Ali Maulana Hakim mengatakan Gubernur Basuki belum berencana bertemu dengan DPRD Kota Bekasi. Menurut Ali, Dinas Kebersihan DKI hanya akan membahas soal teknis pengelolaan sampah jika diundang oleh Pemerintah Kota Bekasi, bukan Dewan. "Kalau soal perjanjian government to government, itu kewenangan Pemprov DKI, tapi belum ada sikap resmi," ujarnya.

Ihwal bantuan community development yang selama ini diberikan pemerintah DKI kepada masyarakat di sekitar TPST Bantargebang, Ali mengatakan nantinya dana itu langsung masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi. Bukan seperti yang selama ini terjadi, yakni dihitung sebesar 20 persen dari tipping fee dan dibayarkan melalui perusahaan pengelola TPST Bantargebang, PT Godang Tua Jaya. Jumlah duit community development itu, Ali melanjutkan, akan bertambah apabila pemerintah DKI telah mengelola sampah sendiri di Bantargebang.

ADI WARSONO | PUTRI ADITYOWATI

Baca  juga:

Drama Teror Paris: Allahu Akbar, Isi Pelor Lagi, Lalu Tembak-tembak!

Teror Paris: Foto Mengerikan, Tempat Konser Bersimbah Darah


 







Pengelolaan Sampah ITF Sunter Hasilkan Listrik 35 MW, Kurangi 30 Persen Sampah Jakarta

13 hari lalu

Pengelolaan Sampah ITF Sunter Hasilkan Listrik 35 MW, Kurangi 30 Persen Sampah Jakarta

Jakpro menyebutkan proyek Fasilitas Pengelolaan Sampah atau ITF Sunter di Jakarta Utara mampu menghasilkan energi listrik sekitar 35 MW.


Anies Baswedan Senang Warga Ikut Pekan Sadar Sampah, Ada Dasawisma, PKK, dan Karang Taruna

25 Juni 2022

Anies Baswedan Senang Warga Ikut Pekan Sadar Sampah, Ada Dasawisma, PKK, dan Karang Taruna

Anies Baswedan mengungkap rasa senangnya melihat warga antusias mengikuti Pekan Gerakan Jakarta Sadar Sampah 2022 yang berlangsung 20-25 Juni 2022.


Libur Lebaran, 2.500 Petugas Kebersihan Disiagakan Pemprov DKI Jakarta

27 April 2022

Libur Lebaran, 2.500 Petugas Kebersihan Disiagakan Pemprov DKI Jakarta

Selama libur Lebaran, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang juga akan tetap beroperasi.


Wagub: Sampah di DKI Jakarta 7.800 Ton per Hari

13 Maret 2022

Wagub: Sampah di DKI Jakarta 7.800 Ton per Hari

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berharap pembangunan tempat pengolahan sampah berskala besar (ITF) cepat rampung


Seribu Personel UPK Disiapkan untuk Tangani Sampah di Aliran Sungai Jakbar

27 November 2021

Seribu Personel UPK Disiapkan untuk Tangani Sampah di Aliran Sungai Jakbar

Pemprov DKI menerjunkan seribu personel Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Badan Air guna menangani tumpukan sampah di aliran kali di Jakarta Barat


DKI Minta Pemerintah Pusat Kucurkan Biaya Proyek ITF Sunter Rp 4 Triliun

19 Oktober 2021

DKI Minta Pemerintah Pusat Kucurkan Biaya Proyek ITF Sunter Rp 4 Triliun

ITF Sunter sanggup mengolah sampah 2.200 ton per hari atau memangkas 30 persen sampah Jakarta yang dikirim ke TPST Bantargebang.


Sarana Jaya Siapkan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengelolaan Sampah Jakarta

16 Oktober 2021

Sarana Jaya Siapkan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengelolaan Sampah Jakarta

BUMD Sarana Jaya akan menggunakan teknologi ramah lingkungan di dua Fasilitas Pengolahan Sampah Antara untuk pengelolaan sampah di Jakarta.


Jumlah Sampah Jakarta ke TPST Bantargebang Naik Terus Tiap Tahun, Ini Detailnya

20 Maret 2021

Jumlah Sampah Jakarta ke TPST Bantargebang Naik Terus Tiap Tahun, Ini Detailnya

Jumlah sampah di Jakarta yang dikirim ke TPST Bantargebang, Bekasi per hari dari tahun ke tahun trennya terus naik cukup signifikan.


Program Sampah Jakarta Recycle Center Terkendala, DKI: Warga Kurang Aktif

16 Oktober 2020

Program Sampah Jakarta Recycle Center Terkendala, DKI: Warga Kurang Aktif

Program pengelolaan sampah Jakarta Recycle Center (JRC) untuk memilah sampah plastik, sisa makanan hingga kaca dan limbah B3 mengalami hambatan.


Selain ITF Sunter, Sampah Jakarta Bakal Ditampung 3 ITF Lain

20 Februari 2020

Selain ITF Sunter, Sampah Jakarta Bakal Ditampung 3 ITF Lain

Setelah membangun ITF Sunter, PT Jakarta Propertindo hendak membangun 3 ITF lain di Jakarta Barat dan Jakarta Timur untuk tampung sampah Jakarta.