Setahun, Jumlah Gay di Kota Depok Meningkat 800 Orang

Reporter

Jalan Margonda Raya Depok macet parah hingga 4 kilometer (30/11). Kemacetan Margonda semakin parah karena penggalian lubang drainase dan parkir liar di badan jalan. TEMPO/Ilham Tirta

TEMPO.CO, Depok - Komisi Penanggulangan Aids Kota Depok mencatat peningkatan jumlah laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) alias gay. Komunitas ini tumbuh subur lantaran Kota Depok,  Jawa Barat, menjadi wilayah strategis untuk mereka kumpul. Tahun 2014 tercatat 4.932 gay, kini meningkat menjadi 5.791 gay.

Sekretaris KPA Heri Kuntowo mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan gay yang berusia 17-42 tahun di delapan kecamatan di Depok.

Dari pendataan yang diinstruksikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak September-November 2015, baru didapat data sebesar 5.791 LSL di Depok. "Data rekapannya masih berjalan," kata Heri, Selasa 17 November 2015.

Ia mengatakan pemetaan komunitas gay ini dilakukan oleh tiga pengawas dan enam petugas lapangan, yang dibantu dengan lembaga swadaya masyarakat yang menanganinya.

Soalnya, untuk membedakan gay dengan laki-laki pada umumnya sangat sulit. Untuk itu, pihaknya juga merangkul komunitas gay yang ada di Depok. "Yang bisa melihat mereka biasanya sesama gay," ucapnya.

Menurutnya, komunitas gay lebih tertutup dibandingkan komunitas waria. Karenanya, dalam mendata, diperlukan bantuan komunitas dari kalangan mereka. Bahkan, jumlah gay di Depok, lebih besar dari waria yang hanya sebanyak 301 pada 2014 sampai sekarang.

KPA terus melakukan pembinaan agar mereka tidak melakukan hubungan yang menyimpang ini. Soalnya, hubungan sesama jenis lebih rentan menyebarkan penyakit, seperti HIV dan Aids. "Kami bina agar mereka merubah prilaku. Sebab, ada ancaman penyakit," ucapnya.

Lebih lanjut,ia mengatakan banyak gay dari wilayah lain, seperti Jakarta dan kota lain, yang berbatasan dengan Depok, memilih kota ini untuk berkumpul sehingga jumlah gay di Depok meningkat. ""Kami bina agar mereka merubah prilaku. Sebab, ada ancaman penyakit," ucapnya.

Adapun tempat favorit mereka, seperti panti pijat, toilet, taman, dan pusat perbelanjaan. Lokasi paling banyak kumpul berada di Margonda, terutama di pusat perbelanjaan. "Terus, komunikasi dengan mereka," ujarnya.

Ia melanjutkan, saat ini, pihaknya juga telah menemukan sebanyak 488 penderita HIV. Berdasarkan data hitung-hitungan badan kesehatan dunia, setiap satu orang terinfeksi, di belakangnya ada 100 orang juga yang terkena penyakit yang belum ada obatnya ini.

"Artinya, yang terkena HIV di Depok sudah mencapai 48 ribuan. Itu yang terdata. Penyakit ini seperti fenomena gunung es," kata Heri, Jumat, 30 Oktober 2015.

Ia menuturkan 70 persen penderita HIV di Depok disebabkan prilaku heteroseksual dan 30 persen karena penggunaan jarum suntik. Bahkan dari jumlah yang telah ditemukan, ada sebanyak 28 orang meninggal karena HIV.

IMAM HAMDI






Perda Kota Religius Depok Ditolak, Wali Kota: Kami Tidak Mengatur Jilbab dan Salat

2 hari lalu

Perda Kota Religius Depok Ditolak, Wali Kota: Kami Tidak Mengatur Jilbab dan Salat

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan tidak gentar untuk tetap melanjutkan pengesahan Perda Kota Religius.


Rancangan Perda Kota Religius Depok Ditolak Kemendagri, Wakil Wali Kota Ingin Tahu Alasannya

3 hari lalu

Rancangan Perda Kota Religius Depok Ditolak Kemendagri, Wakil Wali Kota Ingin Tahu Alasannya

Kemendagri tidak mengabulkan Rancangan Perda Kota Religius Depok dan wakil wali kota ingin tahu alasannya.


Wali Kota Depok Minta Warganya Kibarkan Bendera dan Dengarkan Pidato Nadiem Makarim Hari Ini

5 hari lalu

Wali Kota Depok Minta Warganya Kibarkan Bendera dan Dengarkan Pidato Nadiem Makarim Hari Ini

Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta warga dan juga para ASN untuk mengibarkan bendera setengah tiang kemarin. Mendengarkan pidato Nadiem Makarim.


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

8 hari lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Korupsi Potong Upah Tenaga Honorer Damkar Depok Masuk Meja Hijau, Ada Sidang Besok

8 hari lalu

Korupsi Potong Upah Tenaga Honorer Damkar Depok Masuk Meja Hijau, Ada Sidang Besok

Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada tubuh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok sudah berjalan di meja hijau.


Diinjak Lehernya Saat Dihukum Push Up, Sopir Truk Akhirnya Berdamai dengan Wakil Ketua DPRD Depok

9 hari lalu

Diinjak Lehernya Saat Dihukum Push Up, Sopir Truk Akhirnya Berdamai dengan Wakil Ketua DPRD Depok

Sopir truk Ahmad Misbah akhirnya berdamai dengan Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri. Polisi menyatakan kasus ini telah selesai.


Wakil Ketua DPRD Kota Depok yang Injak Sopir Truk Terancam Dipecat

11 hari lalu

Wakil Ketua DPRD Kota Depok yang Injak Sopir Truk Terancam Dipecat

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri menginjak sopir truk dan menghukumnya untuk push up


Viral Wakil Ketua DPRD Kota Depok Suruh Push Up Hingga Tendang Supir Truk

12 hari lalu

Viral Wakil Ketua DPRD Kota Depok Suruh Push Up Hingga Tendang Supir Truk

Wakil Ketua DPRD Kota Depok terekam melakukan perbuatan semena-mena terhadap seorang sopir truk.


Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka Tanggapi Sindiran Jubir PKS yang Sebut Kota Solo Termiskin

16 hari lalu

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka Tanggapi Sindiran Jubir PKS yang Sebut Kota Solo Termiskin

Gibran Rakabuming menyatakan penilaian Juru Bicara PKS soal Kota Solo sebagai salah satu daerah termiskin tidak adil.


PDIP Kota Depok Benarkan Pernyataan Hasto Kristiyanto: Depok Dibangun Serampangan

16 hari lalu

PDIP Kota Depok Benarkan Pernyataan Hasto Kristiyanto: Depok Dibangun Serampangan

Anak buah Hasto Kristiyanto di Kota Depok membenarkan pernyataan Sekjen PDIP itu. Depok dibangun asal-asalan dan serampangan.