LIPI Promosikan Insinerator Sampah, Diklaim Ramah Lingkungan  

Reporter

Petugas kebersihan menggunakan alat berat memindahkan sampah yang telah menumpuk di lokasi Tempat Pembuangan Sampah sementara di kawasan Kalibata, Jakarta, 4 November 2015. Sejak dua hari tidak diangkut, sampah yang menumpuk mencapai 100 ton lebih. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkenalkan insinerator atau alat pembakar sampah yang diklaim ramah lingkungan. Teknologi ini digadang mampu mengatasi permasalahan sampah DKI Jakarta saat ini.

"Di cerobongnya dipasang terminal plasma, yang bisa menyaring zat-zat polutan," kata peneliti Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI, Anto Tri Sugiarto, di Jakarta pada Jumat, 20 November 2015.

Dia mengatakan warga tak perlu khawatir terhadap asap pembakaran yang berbahaya.
Penyaring plasma bisa dimanfaatkan dengan cara memasangnya di cerobong insinerator yang sudah ada atau membangun yang baru lengkap dengan terminal plasma.

Menurut Anto, saringan ini sudah secara natural mengeliminasi debu yang terkandung di udara. Namun, untuk menyaring zat polutan, perlu dielektrifikasi. Tumbukan elektron plasma dapat mengionisasi gas beracun hingga terurai dan aman dilepas.

Gas berbahaya yang mampu diurai unit plasma ini adalah dioksin, furan, NOx, dan SOx. Dioksin akan tersaring 99 persen, sedangkan NOx dan SOx bisa ditekan 80 persen.

Salah satu contohnya adalah hasil percobaan insinerator LIPI di Kepulauan Seribu. Hasil baku mutu gas menunjukkan, dari 250 ppm (bagian per juta) SOx, setelah disaring plasama, hanya menjadi 30 ppm.

Peneliti dari Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI, Rahadrjo Binudi, mengatakan insinerator ini sangat diperlukan oleh Ibu Kota yang setiap hari memproduksi 8.000 ton sampah. "Sudah ketinggalan sekali kalau kita menyewa lahan untuk meletakkan sampah itu, lebih baik dimusnahkan," ujarnya.

Namun, dari jumlah sampah tersebut, ia menganjurkan hanya 50 persen yang boleh dibakar. Meski sudah disaring, unsur polutan yang berbahaya tetap ada, meski dalam jumlah kecil. Sampah yang ada tetap harus dipilah dan didaur ulang agar tak menumpuk dan mencemari lingkungan.

URSULA FLORENE






Pengelolaan Sampah ITF Sunter Hasilkan Listrik 35 MW, Kurangi 30 Persen Sampah Jakarta

13 hari lalu

Pengelolaan Sampah ITF Sunter Hasilkan Listrik 35 MW, Kurangi 30 Persen Sampah Jakarta

Jakpro menyebutkan proyek Fasilitas Pengelolaan Sampah atau ITF Sunter di Jakarta Utara mampu menghasilkan energi listrik sekitar 35 MW.


Anies Baswedan Senang Warga Ikut Pekan Sadar Sampah, Ada Dasawisma, PKK, dan Karang Taruna

25 Juni 2022

Anies Baswedan Senang Warga Ikut Pekan Sadar Sampah, Ada Dasawisma, PKK, dan Karang Taruna

Anies Baswedan mengungkap rasa senangnya melihat warga antusias mengikuti Pekan Gerakan Jakarta Sadar Sampah 2022 yang berlangsung 20-25 Juni 2022.


Libur Lebaran, 2.500 Petugas Kebersihan Disiagakan Pemprov DKI Jakarta

27 April 2022

Libur Lebaran, 2.500 Petugas Kebersihan Disiagakan Pemprov DKI Jakarta

Selama libur Lebaran, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang juga akan tetap beroperasi.


Wagub: Sampah di DKI Jakarta 7.800 Ton per Hari

13 Maret 2022

Wagub: Sampah di DKI Jakarta 7.800 Ton per Hari

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berharap pembangunan tempat pengolahan sampah berskala besar (ITF) cepat rampung


Seribu Personel UPK Disiapkan untuk Tangani Sampah di Aliran Sungai Jakbar

27 November 2021

Seribu Personel UPK Disiapkan untuk Tangani Sampah di Aliran Sungai Jakbar

Pemprov DKI menerjunkan seribu personel Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Badan Air guna menangani tumpukan sampah di aliran kali di Jakarta Barat


DKI Minta Pemerintah Pusat Kucurkan Biaya Proyek ITF Sunter Rp 4 Triliun

19 Oktober 2021

DKI Minta Pemerintah Pusat Kucurkan Biaya Proyek ITF Sunter Rp 4 Triliun

ITF Sunter sanggup mengolah sampah 2.200 ton per hari atau memangkas 30 persen sampah Jakarta yang dikirim ke TPST Bantargebang.


Sarana Jaya Siapkan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengelolaan Sampah Jakarta

16 Oktober 2021

Sarana Jaya Siapkan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengelolaan Sampah Jakarta

BUMD Sarana Jaya akan menggunakan teknologi ramah lingkungan di dua Fasilitas Pengolahan Sampah Antara untuk pengelolaan sampah di Jakarta.


Jumlah Sampah Jakarta ke TPST Bantargebang Naik Terus Tiap Tahun, Ini Detailnya

20 Maret 2021

Jumlah Sampah Jakarta ke TPST Bantargebang Naik Terus Tiap Tahun, Ini Detailnya

Jumlah sampah di Jakarta yang dikirim ke TPST Bantargebang, Bekasi per hari dari tahun ke tahun trennya terus naik cukup signifikan.


Program Sampah Jakarta Recycle Center Terkendala, DKI: Warga Kurang Aktif

16 Oktober 2020

Program Sampah Jakarta Recycle Center Terkendala, DKI: Warga Kurang Aktif

Program pengelolaan sampah Jakarta Recycle Center (JRC) untuk memilah sampah plastik, sisa makanan hingga kaca dan limbah B3 mengalami hambatan.


Kebun Raya Purwodadi Buka Lagi, Kendaraan Dilarang Masuk

27 Juli 2020

Kebun Raya Purwodadi Buka Lagi, Kendaraan Dilarang Masuk

Selain Kebun Raya Purwodadi, LIPI telah membuka kembali Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, dan Kebun Raya Eka Karya Bali.