Ledakan Granat di Duren Sawit, Pelaku Masih Simpang Siur

Reporter

Petugas Laboratorium Forensik Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan di depan gedung Multi Piranti Graha, Jalan Raden Inten, Duren Sawit, Jakarta, 16 November 2015. Ledakan diduga berasal dari granat yang dilempar pada pukul 04.00 pagi. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengaku kesulitan untuk mengungkap pelaku pelempar granat jenis manggis di Gedung Multi Piranti Graha, Duren Sawit, Jakarta Timur beberapa waktu yang lalu. "Kami belum bisa memastikan pelakunya masyarakat sipil atau bukan," tutur Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Muhammad Iqbal kepada wartawan, Jumat, 20 November 2015.

Iqbal mengatakan polisi masih melakukan penelusuran untuk mencari tahu pelaku pelempar granat. Terutama untuk  memastikan  apakah pelaku warga sipil atau dari kalangan militer. Karena menurut dia, ada dua lembaga yakni TNI dan Polri yang memiliki granat jenis tersebut.

Iqbal mengatakan pihaknya akan berhati-hati dalam mengusut kasus teror tersebut. Jika pelaku dari kalangan kepolisian, maka ada kemungkinan itu anggota Barikade Mobil. Karena selama ini pihak kepolisian yang memiliki granat hanya Brimob.

Iqbal  tidak menutup kemungkinan pelaku adalah oknum TNI, mengingat lembaga tersebut adalah alat pertahanan negara. Meski demikian dia tetap akan menyelediki faktanya, karena bisa saja pelaku adalah warga masyarakat sipil yang memiliki akses untuk membeli senjata ilegal.

"Kita juga belum tahu pelempar itu masyarakat sipil atau bukan," kata Iqbal. Menurut dia, granat jenis manggis dapat dimiliki siapa pun secara illegal. Karena itu ia masih  menyelidiki ada tidaknya perdagangan senjata secara illegal.

Polisi sendiri telah memeriksa sedikitnya 21 saksi dan telah mengantongi bukti pelatuk granat. Bukti tersebut akan diidentifikasi untuk mengungkap pelakunya. Namun sampai saat ini belum menunjukkan hasil signifikan mengingat masih dalam penyelidikan Tim Laboratorium Forensik Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, pada Senin, 16 November 2015 dini hari seorang melemparkan granat jenis nanas di depan pos keamanan gedung Multi Piranti Graha. Satu di antara dua penjaga keamanan yang sedang bertugas mengalami luka serius. Pihak kepolisian sampai saat ini belum mengetahui motifnya.

AVIT HIDAYAT






TPS Pemungutan Suara Ulang di Jakarta Timur Bertambah 100 Persen

21 April 2019

TPS Pemungutan Suara Ulang di Jakarta Timur Bertambah 100 Persen

Menurut Tami, masih ada potensi jumlah TPS di Jakarta Timur.yang melaksanakan pemungutan suara ulang bertambah lagi.


Pohon Tumbang di Klender Menimpa Mobil Pickup, Seorang Pria Tewas

2 April 2019

Pohon Tumbang di Klender Menimpa Mobil Pickup, Seorang Pria Tewas

Hujan deras dan angin kencang melanda Jakara Timur, Selasa, membuat pohon tumbang menimpa mobil bak berplat B 9370 TAG di Jalan Dermaga Raya, Klender.


Velodrome Rawamangun Siap Digunakan untuk Asian Games 2018

30 Juli 2018

Velodrome Rawamangun Siap Digunakan untuk Asian Games 2018

Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur, sudah siap dipakai untuk pertandingan balap sepeda Asian Games 2018.


Kasus TBC Marak, Wali Kota Jakarta Timur Sebut Dua Hal Ini

29 Januari 2018

Kasus TBC Marak, Wali Kota Jakarta Timur Sebut Dua Hal Ini

Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana angkat bicara soal tingginya kasus tuberculosis, atau lebih dikenal dengan TB atau TBC di wilayahnya.


Pesawat Jet Buatan Honda Ini Dipakai Keliling 26 Negara

26 September 2017

Pesawat Jet Buatan Honda Ini Dipakai Keliling 26 Negara

Pesawat Jet yang diproduksi oleh Honda tersebut, mendarat di Bandara Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta pada 25 September 2017.


Cerita Pemenang Undian Rusunawa Rela Pindah meski Jaraknya Jauh  

16 September 2017

Cerita Pemenang Undian Rusunawa Rela Pindah meski Jaraknya Jauh  

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta mengundi warga DKI Jakarta yang akan menempati rumah susun sederhana sewa (rusunawa).


Hari Ini Polisi Jelaskan Kasus Perkosaan Pengemudi Ojek Online

8 September 2017

Hari Ini Polisi Jelaskan Kasus Perkosaan Pengemudi Ojek Online

Polisi juga akan memaparkan motif dari kasus asusila tersebut. Apakah benar ada unsur pemaksaan atau tidak.


Kasus Biro Kafilah Rindu Ka`bah, Begini Warga Tergiur Umrah Murah

7 September 2017

Kasus Biro Kafilah Rindu Ka`bah, Begini Warga Tergiur Umrah Murah

Eks calon jemaah biro PT Asyifa Mandiri Wisata atau Kafilah Rindu Ka'bah (KRK) mengaku tergiur iming-iming biaya umrah termurah sedunia biro itu.


Mirip First Travel, Bos Biro Kafilah Rindu Ka'bah Digeruduk Jemaah  

7 September 2017

Mirip First Travel, Bos Biro Kafilah Rindu Ka'bah Digeruduk Jemaah  

Biro umrah Kafilah Rindu Ka'bah diduga melakukan tindakan serupa dengan yang dilakukan First Travel.


Keluarga Suporter Timnas Sempat Beroleh Firasat Kepergian Catur

3 September 2017

Keluarga Suporter Timnas Sempat Beroleh Firasat Kepergian Catur

Kepergian suporter Timnas Indonesia saat laga melawan Fiji, Catur Juliantono, membuat istrinya Ismi terpukul.