Cerita Novi Peras Selingkuhan Rp 10 M Usai Berduaan di Hotel

Reporter

Editor

Bobby Chandra

Ilustrasi. 123rf.com

TEMPO.CO, Jakarta - Sub Direktorat Reserse Mobil Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap Novi Safira, 35 tahun, dan komplotannya karena diduga memeras Yuan Ming Hsi, pemilik PT Yang Mandiri Utama Sukses, perusahaan besi di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. "Korban warga negara Taiwan dan pernah menjadi teman dekat Novi," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Eko Hadi Santoso, Sabtu, 21 November 2015.

Novi beserta sepuluh kawanannya merencanakan untuk menjebak dan memeras Yuan sebesar Rp 10 milar. "Tersangka pernah jadi teman dekatnya sehingga mengetahui kemampuan finansial korban," ujar Eko. Adapun para tersangka lainnya adalah Yoga, Riski Aberta, Syahrudin alias Aji, Agus, Deni, Boyke, Sangaji, Metrio, Sandra, dan Robert. Menurut Eko, kesepuluh orang itu memiliki peran sendiri-sendiri dalam aksi ini, namun otak pelaku adalah di Novi dan Yoga.

MANUVER SETYA NOVANTO
Catut Nama Jokowi, Setya Novanto Mundur dari DPR, Rupanya...
Catut Nama Presiden, Inilah Pengusaha Teman Setya Novanto

Dalam aksinya, komplotan tersebut memanfaatkan hubungan dekat antara Novi dengan Yuan. Menurut keterangan Novi, pada 27 Oktober 2015 di Hotel Cibubur Inn, Jawa Barat, korban dan Novi bertemu. "Kami melakukan hubungan layaknya suami-istri," ucap Novi. Setelah itu, Novi menjebak korban dengan modus jual-beli uang dolar Amerika Serikat palsu. Saat transaksi terjadi di dalam hotel tersebut, komplotan Novi tiba-tiba masuk dengan berpura-pura melakukan penggrebekan.

Salah seorang anggota komplotan, Syahrudin, adalah Pegawai Negeri Sipil Imigrasi. Dia menggunakan seragammnya agar terlihat meyakinkan. Yoga pun mengaku sebagai anggota polisi dan bertugas di Mabes Polri. Setelah melakukan penggrebekan, mereka memeras korban dengan modus mengancam akan mendeportasi korban karena tindakan asusila, serta penggelapan dolar. "Korban juga sempat difoto dan foto itu akan dibeberkan kepada istrinya," kata Eko.

SIMAK PULA
Luhut Terseret Calo Freeport
4 Fraksi di DPR Desak Setya Novanto Mundur

Komplotan Novi meminta Yuan untuk menyiapkan Rp 10 miliar, tapi korban hanya menyanggupi uang muka Rp 2 miliar. Sisanya ditransfer kemudian hari. Namun, Yuan memilih melaporkan kasus pemerasan ke polisi ketimbang membayar sisa pembayaran. Yuan melapor ke Mabes Polri yang melimpahkan perkara ini ke Polda Metro Jaya. "Pada 20 November 2015, kami minta korban transfer sisa uangnya. Lalu kami tangkap para tersangka saat mengambil uang di Bank BCA Cibubur," Eko menjelaskan.

Polisi menangkap 8 anggota komplotan ini termasuk Novi dan Yoga. Sedangkan tiga tersangka lain, masih dalam pengejaran. Kepada wartawan, Novi mengaku melakukan perbuatan ini karena sakit hati terhadap korban. "Selama menjalin hubungan, saya sering dijanjikan dibelikan mobil Mercedes, BMW, dan rumah. Tapi hanya dijanjikan saja," kata dia dengan sesekali tersenyum. Novi mengaku sudah menjalin hubungan dengan korban sejak 2008.

Selama itu, menurut Novi, korban tidak mau menikahinya. Padahal sudah tiga kali Novi mengandung anak Yuan, dan tiga kali pula Novi menggugurkan kandungannya. Akibat perbuatannya Novi dan kawanannya akan dijerat dengan Pasal 368 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang tindak pidana pemerasan.

EGI ADYATAMA

BERITA MENARIK
Akun Facebook Diblokir, Benarkah Wanita Ini ISIS?
Haru, Cowok Ini Nikahi Abu Kekasih, Mungkinkah Cinta Sejati?






Proyek Mobil Listrik Pemkot Bogor Senilai Rp 1,8 Miliar Tahun Ini

5 hari lalu

Proyek Mobil Listrik Pemkot Bogor Senilai Rp 1,8 Miliar Tahun Ini

Anggaran Rp 1,8 miliar tersebut untuk membeli dua mobil listrik untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor dan lima sepeda motor listrik.


Pemkot Bogor Siapkan Peraturan Wali Kota untuk Pengadaan Mobil Listrik

16 hari lalu

Pemkot Bogor Siapkan Peraturan Wali Kota untuk Pengadaan Mobil Listrik

Pemkot Bogor akan menyiapkan peraturan wali kota sebagai dasar hukum pengadaan mobil listrik. Menindaklanjuti inpres Jokowi.


Polresta Bogor Awasi Akun Medsos 60 kelompok Remaja Suka Tawuran, 6 Akun Sudah Diblokir

16 hari lalu

Polresta Bogor Awasi Akun Medsos 60 kelompok Remaja Suka Tawuran, 6 Akun Sudah Diblokir

Polresta Bogor terus memantau akun media sosial kelompok-kelompok remaja yang suka tawuran. Bikin janji tawuran di media sosial.


Dua Kelompok Remaja di Bogor Tawuran, Janjian di Medsos Tentukan Waktu dan Lokasi Tawur

16 hari lalu

Dua Kelompok Remaja di Bogor Tawuran, Janjian di Medsos Tentukan Waktu dan Lokasi Tawur

Polresta Bogor telah menangkap 18 remaja dari dua kelompok yang terlibat tawuran. Enam orang jadi tersangka. Banyak yang masih berusia 13-14 tahun.


Soal Tudingan Mathias, Kylian Mbappe Lebih Percaya Paul Pogba

20 hari lalu

Soal Tudingan Mathias, Kylian Mbappe Lebih Percaya Paul Pogba

Mathias Pogba telah menuding adiknya, Paul Pogba, telah membayar dukun untuk menyerang Kylian Mbappe. Hal itu dibantah Paul.


Drama Baru Kakak Paul Pogba, Ditahan Polisi Atas Dugaan Kasus Pemerasan

20 hari lalu

Drama Baru Kakak Paul Pogba, Ditahan Polisi Atas Dugaan Kasus Pemerasan

Mathias Pogba yang merupakan kakak dari pemain Juventus, Paul Pogba, ditahan oleh kepolisian.


Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Presiden Jokowi Menurunkan Kembali Harga BBM

21 hari lalu

Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Presiden Jokowi Menurunkan Kembali Harga BBM

Ketua DPRD Kota Bogor mengusulkan agar anggaran IKN dan kereta cepat dialihkan untuk menurunkan harga BBM. Pembelian BLT dinilai tak tepat sasaran.


Polresta Bogor Tangkap Pelaku Pemerkosaan Terhadap Remaja Disabilitas

28 hari lalu

Polresta Bogor Tangkap Pelaku Pemerkosaan Terhadap Remaja Disabilitas

Polresta Bogor memerlukan waktu untuk mengungkap kasus pemerkosaan ini karena korban masih mengalami trauma.


43.535 Keluarga di Kota Bogor Akan Menerima BLT BBM Rp 300.000

29 hari lalu

43.535 Keluarga di Kota Bogor Akan Menerima BLT BBM Rp 300.000

Presiden Jokowi mengalokasikan dana BLT BBM untuk seluruh Indonesia sebesar Rp 12,4 triliun. Akibat kenaikan harga BBM.


Hujan Disertai Angin Kencang, BPBD Kota Bogor Catat 31 Kasus Bangunan Roboh, Longsor dan Pohon Tumbang

31 hari lalu

Hujan Disertai Angin Kencang, BPBD Kota Bogor Catat 31 Kasus Bangunan Roboh, Longsor dan Pohon Tumbang

Menurut catatan BPBD Kota Bogor, terdapat 15 kejadian pohon tumbang di Kecamatan Bogor Barat, Bogor Tengah dan 1 titik di Bogor Selatan.