Jumat, 16 November 2018

Metromini Vs KRL, Badan Bus Dipotong untuk Evakuasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Umum Metromini tertabrak Kereta Commuter Line di perlintasan Angke, Tambora, Jakarta Barat, 6 Desember 2015. Twitter.com/@Beritakebakaran

    Bus Umum Metromini tertabrak Kereta Commuter Line di perlintasan Angke, Tambora, Jakarta Barat, 6 Desember 2015. Twitter.com/@Beritakebakaran

    TEMPO.CO, Jakarta - Bus Metro Mini 80 rute Grogol-Kalideres bertabrakan dengan Commuter Line pagi tadi sekitar pukul 08.40 WIB. Metromini yang ringsek di bawah badan KRL tersebut kini sedang dievakuasi. Untuk memudahkan evakuasi, badan bus dipotong-potong menggunakan gergaji khusus, Minggu, 6 Desember 2015.

    Sekitar 50 petugas pemadam kebakaran diturunkan untuk mengevakuasi Metro Mini itu. Mereka menggunakan helm dan pakaian khusus saat memotong bangkai bus.

    "Ini nanti akan kami angkut dengan truk dan dibawa ke Polda Metro Jaya sebagai barang bukti," kata Kepala Kepolisian Sektor Tambora Komisaris Wirdhanto di lokasi kejadian.

    Metromini itu terseret sejauh 200 meter dari perlintasan sebidang di bawah flyover Angke hingga Stasiun Angke. Akibatnya, kondisi Metromini rusak parah. Seluruh kaca pecah dan kondisinya melintangi rel. Akibatnya, 14 orang dilaporkan tewas dan enam lainnya luka.

    Sementara itu, kondisi Commuter Line hanya lecet di bagian depan. Saat petugas pemadam kebakaran memotong badan Metro Mini, tim KRL juga memperbaiki bagian bawah kereta yang ringsek di beberapa tempat. Setelah diperbaiki, KRL langsung dievakuasi dengan lokomotif dan dibawa ke depo terdekat.

    Belum diketahui jumlah pasti penumpang Metromini. "Yang jelas, yang kami evakuasi dari lokasi ada 20 orang," katanya.

    Menurut keterangan polisi, Ajun Komisaris Besar Budiyanto, palang rintangan jalur kereta di Muara Angke sudah menutup ketika Metro Mini nekat menerobos. KRL dari arah Jatinegara menuju Bogor itu pun menabraknya.

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.