Kosongkan Kompleks Zeni, Kodam Jaya Terjunkan 2.000 Personel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Pangdam Jaya mengangkut perabot warga Kompleks Zeni Mampang, Jakarta, 17 Januari 2016. TEMPO/Destrianita Kusumastuti

    Anggota Pangdam Jaya mengangkut perabot warga Kompleks Zeni Mampang, Jakarta, 17 Januari 2016. TEMPO/Destrianita Kusumastuti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Hari Prakosa mengatakan hari ini Kodam Jaya menurunkan sekitar 2.000 personel untuk mengamankan pengosongan rumah warga di Kompleks Zeni, Mampang, Jakarta Selatan. "Iya, kan untuk angkat-angkat barang," ucap Hari di Kompleks Zeni pada Minggu, 17 Januari 2016.

    Menurut salah seorang warga Kompleks Zeni, Singgih Wijayanto, 38 tahun, anggota Kodam Jaya sudah mulai berjaga di sekitar Mampang setelah berangkat dari sekitar kantor Trans TV sekitar pukul 03.30 WIB tadi. "Mereka langsung datang. Ada perlawanan sedikit sih dari kami, tapi ya sudah, kami kalah kekuatan," kata Singgih.

    Singgih menyatakan pihaknya tidak diberi tahu Pangdam Jaya bahwa rumah warga akan dikosongkan hari ini. Namun, karena meyakini akan segera digusur, warga melakukan ronda setiap hari di depan pintu masuk Kompleks Zeni. "Warga sudah siap dari pukul 11 malam tiap hari. Makanya, pas datang, kami tahu," ujarnya.

    Ketika anggota Kodam mulai memasuki perumahan, Singgih mengakui ada perlawanan dari warga. "Ada perlawanan sedikit, kayak bakar-bakar ban. Tapi enggak lama. Ya udah, pasrah. Mereka masuk," ucap Singgih.

    Sejak pukul 05.30 WIB tadi, anggota Kodam Jaya mulai berpencar mengosongkan rumah warga. Beberapa perabotan sudah tampak dikeluarkan dan diangkut ke dalam truk. Rencananya, warga Kompleks Zeni yang digusur akan direlokasi ke Perumahan Benteng, Cilodong, Depok.

    DESTRIANITA KUSUMASTUTI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.