Pengacara: Mirna dan Jessica Saling Kenal Sejak Kuliah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara Jessica Wongso, Yudi Wibowo Sukitno saat melakukan jumpa pers di Dit. Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta,Pengacara Jessica Wongso, Yudi Wibowo Sukitno saat melakukan jumpa pers dengan wartwan di Dit. Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Selasa 19 Januari 2016, 19 Januari 2016. TEMPO/Inge Safitri

    Pengacara Jessica Wongso, Yudi Wibowo Sukitno saat melakukan jumpa pers di Dit. Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta,Pengacara Jessica Wongso, Yudi Wibowo Sukitno saat melakukan jumpa pers dengan wartwan di Dit. Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Selasa 19 Januari 2016, 19 Januari 2016. TEMPO/Inge Safitri

    TEMPO.COJakarta - Wayan Mirna Salihin, 27 tahun, perempuan yang meninggal setelah minum kopi di kafe Olivier, sudah berteman dengan Jessica, 27 tahun, sejak masih kuliah di Australia. 

    "Mereka saling kenal sejak kuliah di Australia. Hubungannya baik," ujar Yudi Wibowo Sukitno di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 19 Januari 2016. Yudi adalah pengacara sekaligus sepupu Jessica.

    Baca Juga : Racun Kopi Mirna, Polda: Pelaku Ada di TKP

    Jessica dan Mirna kuliah di Billy Blue College, Sydney, Australia, dan lulus pada 2008. Meskipun berkuliah di kampus yang sama, keduanya mengambil jurusan berbeda. "Jessica mengambil jurusan desain grafis, berbeda dengan Mirna," kata Yudi.

    Jessica Kusuma dan Mirna juga memiliki dua teman lain. Salah satunya Hani.

    Walau sudah berteman lama, Jessica baru mengenal suami Mirna beberapa waktu sebelum pertemuan nahas itu. Jessica pun menjadi saksi dalam kasus kematian Mirna. 

    Mirna Salihin meninggal setelah meminum es kopi dari kafe Olivier, Grand Indonesia, 6 Januari lalu. Mirna saat itu menyesap kopi dengan sedotan. Tak lama kemudian, ia merasa kepanasan dan kejang-kejang hingga mulutnya mengeluarkan busa.

    Sejam kemudian, ia meninggal di Rumah Sakit Abdi Waluyo setelah sebelumnya dibawa ke klinik di lantai dasar mal Grand Indonesia.

    Setelah melakukan otopsi terhadap cairan pada tubuh Mirna dan sampel kopi dari kafe Olivier, Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri menyebutkan terdapat kandungan sianida pada keduanya. Kendati demikian, polisi belum bisa memastikan siapa pelaku yang sengaja mencampurkan zat tersebut ke kopi Mirna.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.