Waduk Pluit Diuruk, Akan Dijadikan Pasar Rakyat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara pendangkalan Waduk Pluit yang dipenuhi endapan sampah di Jakarta Utara, 5 Januari 2016. Waduk Pluit menjadi salah satu contoh ruang terbuka hijau yang sukses memikat warga menjadi lokasi wisata favorit, meskipun normalisasinya belum maksimal. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Foto udara pendangkalan Waduk Pluit yang dipenuhi endapan sampah di Jakarta Utara, 5 Januari 2016. Waduk Pluit menjadi salah satu contoh ruang terbuka hijau yang sukses memikat warga menjadi lokasi wisata favorit, meskipun normalisasinya belum maksimal. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berniat menguruk Waduk Pluit untuk dijadikan tanggul. Nantinya di atas tanggul tersebut akan dibangun pasar rakyat.

    "Bawahnya ada ikan, atasnya bisa tempat wisata kuliner," kata Ahok di Markas Satuan Patroli Daerah Direktorat Polisi Air Kepolisian Daerah Metro Jaya, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu, 27 Februari 2016.

    Ia mengatakan tanggul tersebut nantinya bisa digunakan pedagang kaki lima untuk berjualan. Kemudian di atasnya lagi dibangun rumah susun dengan masing-masing unit memiliki luas 36 meter persegi. "Saya ingin pindahkan orang ke tempat yang lebih baik," ujar Ahok.

    Ahok menyebutkan waduk yang diuruk seluas 10 hektare. Peletakan batu pertama akan dilakukan pada April tahun ini.

    Selain menguruk Waduk Pluit, Ahok juga berencana membangun tanggul di sebelah barat Jalan Tol Tanjung Priok dengan lebar 20 meter dan panjang 4-5 kilometer. Ia pun berencana membangun pasar ikan sepanjang 1,8 kilometer.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.