Rabu, 14 November 2018

Gusur Kalijodo, Polisi Kerahkan 5.000 Personel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Dhoni Setiawan

    ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.COJakarta - Dunia malam kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, segera berakhir. Keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggusur Kalijodo sudah bulat. Senin, 29 Februari 2016, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengirimkan alat berat untuk menghancurkan bar-bar yang kerap digunakan untuk maksiat.

    Tak hanya kafe dan tempat karaoke yang lenyap, pemerintah mengusir 300 kepala keluarga untuk pindah ke tempat yang sudah disediakan pemerintah. 

    "Kami sudah berikan SP2 kepada mereka agar segera pindah," kata Ahok di Markas Satuan Patroli Daerah Direktorat Polisi Air Polda Metro Jaya, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu, 27 Februari 2016.

    Jika mereka tak menggubris, surat peringatan ketiga pun dilayangkan. Mereka akan diusir paksa jika surat ketiga masih tidak diindahkan.

    Saat eksekusi Senin depan, Pemerintah Provinsi DKI didukung Kepolisian Daerah Metro Jaya. Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya akan mengerahkan sekitar 5.000 personel ke Kalijodo pada hari penggusuran. "Kami back up pemda," ujarnya.

    Sayangnya, ia tak mau mengungkapkan teknis eksekusi yang akan dilaksanakan. "Teknisnya enggak perlu tahu, yang penting hasilnya," ucapnya.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?