Ahok Bantah Ada Ruko di Pulau Reklamasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengerjakan proyek reklamasi pantai dengan alat berat di kawasan Ancol, Jakarta Utara, 7 Januari 2016. Hingga kini reklamasi untuk membuat 17 pulau di pesisir utara Jakarta masih terus menuai pro dan kontra akibat dampak dari proyek tersebut yang berimbas pada lingkungan serta kehidupan sosial masyarakat sekitar pesisir Jakarta.  TEMPO/Iqbal Ichsan

    Pekerja mengerjakan proyek reklamasi pantai dengan alat berat di kawasan Ancol, Jakarta Utara, 7 Januari 2016. Hingga kini reklamasi untuk membuat 17 pulau di pesisir utara Jakarta masih terus menuai pro dan kontra akibat dampak dari proyek tersebut yang berimbas pada lingkungan serta kehidupan sosial masyarakat sekitar pesisir Jakarta. TEMPO/Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membantah kabar bahwa pengembang perumahan PT Kapuk Naga Indah telah membangun rumah toko (ruko) di Pulau D, salah satu pulau reklamasi di Teluk Jakarta.

    "Belum dibangun ruko, yang di pulau belum," kata Ahok di hotel Pullman, Jakarta, Selasa, 15 Maret 2016.

    Ahok mengatakan pulau yang sudah direklamasi adalah Pulau B. Namun, menurut dia, di pulau itu pun belum ada ruko yang dibangun. "Kayaknya Pulau D belum di reklamasi tuh, baru Pulau B," katanya.

    Baca: Soal Reklamasi, Ahok: Penolakan Menteri Tak Masuk Akal

    Dalam surat izinnya, PT Kapuk Naga Indah merupakan pengembang tiga pulau reklamasi. Pulau tersebut di antaranya Pulau C, D, dan E. Hingga kini peraturan daerah tentang tata ruang pulau-pulau tersebut belum dikeluarkan.

    Namun, anak perusahaan Agung Sedayu Grup itu disinyalir telah membangun ruko di Pulau D. Padahal, peraturan deraha tata ruang di pulau tersebut belum dikeluarkan. Bahkan harga ruko, rumah, dan kaveling di Pulau D sudah terpampang dalam situs http://www.golfisland-pik.com/harga-developer-rumah-golf-island.html.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.