Minggu, 18 November 2018

Demo Taksi Jadi Anarkistis, Blue Bird Disindir Mirip Angry Bird

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meme logo taksi Blue Bird diganti dengan animasi blue bird. istimewa

    Meme logo taksi Blue Bird diganti dengan animasi blue bird. istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 10 ribu anggota Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) melakukan unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR di Jalan Gatot Subroto serta kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

    Pada demonstrasi yang berlangsung Selasa pagi, 22 Maret 2016, itu, mereka menuntut pemerintah menghentikan beroperasinya transportasi berbasis online, yakni GrabCar dan Uber. Pekan lalu, unjuk rasa serupa telah dilakukan.

    Di antara pengunjuk rasa, kehadiran sopir taksi Blue Bird mendominasi. Maklum,  perusahaan ini memang memiliki armada taksi paling banyak di Jabodetabek.

    Demo Taksi 22 Maret 2016

    Di depan gedung DPR, puluhan pengemudi taksi berseragam biru itu melakukan sweeping terhadap pengendara taksi yang tidak ikut berunjuk rasa. Aksi itu mereka lakukan hingga ke tengah jalan tol dalam kota.

    Mereka menurunkan penumpang di dalam taksi itu. Untuk sopir taksi yang melawan, mobilnya mereka rusak. "Kaca depan, jendela samping kanan, kaca spion taksi saya pecah. Beberapa bagian bodinya pun penyok," kata Sar'ali, pengemudi taksi, pada Selasa, 22 Maret 2016. Kepolisian Daerah Metro Jaya mendapat laporan dua taksi dirusak pengunjuk rasa.

    Apakah aksi premanisme itu ada kaitannya dengan seruan yang dilakukan Feri Yanto, yang mengaku sebagai sopir Blue Bird di Facebook? Pada 20 Maret 2016 pukul 09.54, Feri mengajak pengemudi taksi se-Jabodetabek berunjuk rasa di depan Istana Negara.

    "Sy mengajak rekan2 dari pool ME, MT, MJ, JE, BDE, LL, LR, YD, OE, TJ, TT, GDG, MWK dan semua pool Jabodetabek untuk menghadiri demo besar-besaran pada Selasa 22 Maret," tulis Feri Yanto pada akun Facebook-nya.

    Baca juga: Demo Taksi Berlangsung Anarkistis, Netizen Mencemooh

    Selain itu, dalam akun yang sama, Feri mengajak para pendemo membawa benda tumpul, senjata tajam, dan bom molotov. "Jangan lupa bawa benda tumpul dan tajam, kalau perlu bom molotov, antisipasi jika Uber dan Grab lewat, langsung bantai," tulis Feri Yanto.

    Posting-an Feri Yanto, yang diduga sopir Blue Bird, tersebut bahkan menjadi perbincangan di Twitter. Banyak netizen yang mengkritik dan menghujat posting-an tersebut. "Widiiiih pentolan taksi kayanya nih si abang Serem ah si abang. Ampuuuun!" tulis akun @rizkytaksaka.

    Pengguna Twitter lain, Arie Parikesit, meminta polisi segera menangkap pemilik akun atas nama Feri Yanto karena dinilai melangggar hukum. "Harus ditangkap ini Feri Yanto, ini negara hukum," tulisnya dalam akun @aareiparikesit. Sejumlah netizen pun mengubah nama Blue Bird menjadi Angry Bird.  

    Kabarnya, setiap sopir Blue Bird yang ikut berunjuk rasa dibebaskan dari uang setoran dan diberi uang ratusan ribu rupiah serta nasi kotak. Manajemen memfasilitasi puluhan pengemudi dari setiap pool untuk ikut berdemonstrasi pada pekan lalu dan hari ini, Selasa, 22 Maret 2016.

    Demo Taksi 22 Maret 2016

    Direktur Blue Bird Group Adrianto Djokosoetono, yang dikonfirmasi Tempo mengenai persoalan tersebut, menolak memberi penjelasan. Dia hanya mengirim surat pengumuman dari direksi tertanggal 20 Maret 2016.

    Isi surat itu, pertama, perusahaan mengimbau pengemudi untuk tidak ikut berdemo dan beroperasi seperti biasa. Kedua, pengemudi sebaiknya menghindari wilayah tempat berunjuk rasa. Ketiga, pengemudi yang mobilnya terkena imbas akibat demo tersebut (penyok, pecah, dan lainnya) dibebaskan dari klaim. Keempat, pengemudi yang diberhentikan saat membawa tamu wajib mengutamakan keselamatan dan kenyamanan tamu sampai selesai.

    "Perusahaan tidak bertanggung jawab terhadap aksi demo tersebut. Aksi ini adalah aspirasi murni pengemudi yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat se- Jadetabek," kata Adrianto Djokosoetono dalam suratnya.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.